• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • RESEARCH
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Pendidikan Pelatihan
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Srikandi 1
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Ortopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Karir
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Home
  • Berita

Memilih Tipe Anestesi saat Sunat, Utamakan Kenyamanan Anak

  • Berita
  • 19 Juni 2025, 12.23
  • Oleh : admin

Apakah sunat itu sakit? Bagaimana jika anak takut sakit? Pertanyaan semacam ini mungkin banyak didengar oleh orangtua yang hendak melakukan prosedur sunat kepada anak laki-laki mereka.

Prosedur sunat atau khitan penting dilakukan bagi laki-laki. Namun, karena prosedur ini biasanya dilakukan saat masih anak-anak, tidak sedikit yang cemas atau takut akan rasa sakit. Untuk itu, diperlukan pemilihan anestesi atau pembiusan yang tepat agar tindakan sunat tidak terasa menyakitkan dan anak bisa tetap nyaman.

Ada dua jenis anestesi atau pembiusan yang bisa dilakukan sebelum prosedur sunat, yaitu anestesi lokal atau anestesi total. Selain itu, ada pula obat bius oles yang bisa diberikan untuk mengurangi rasa sakit.

Memilih Tipe Anestesi saat Sunat, Utamakan Kenyamanan Anak
Memilih Tipe Anestesi saat Sunat, Utamakan Kenyamanan Anak

Apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe anestesi?

Pertama, ada bius lokal yang biasanya diberikan kepada anak-anak yang ingin melakukan sunat atas keinginan sendiri atau kepada bayi. Bius lokal diberikan pada kondisi sadar. Kelebihannya, tindakan sunat bisa dilakukan dengan cepat dan tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Sementara, kekurangan dari bius lokal adalah anak harus kooperatif agar proses pembiusan dan sunat bisa berjalan lancar.

Sebagai tambahan, pada teknik pembiusan lokal, anak bisa diberikan obat bius topikal yang lebih dulu dioleskan di alat kelamin. Obat bius oles ini dapat diberikan satu atau dua jam sebelumnya di rumah. Kemudian, saat anak tiba di rumah sakit, efek dari suntikan atau injeksi bius lokal akan menjadi lebih ringan sehingga tidak menimbulkan trauma.

Teknik kedua adalah pembiusan total, yang dilakukan dengan melihat kondisi pasien terlebih dahulu. Bius total diberikan pada pasien anak-anak atau bayi yang sudah cukup besar dan kurang kooperatif, umumnya pada usia 8 bulan hingga kurang dari 5 tahun. Bius total juga dapat diberikan untuk anak usia sekolah yang masih takut dengan proses sunat.

Bagaimana dengan anak yang memiliki kondisi khusus atau sangat aktif?

Bagi anak dengan kebutuhan khusus, misalnya anak yang memiliki penyakit penyerta seperti kejang, epilepsi, ADHD, atau hiperaktif, maka proses sunat akan dilakukan dengan pembiusan total.

Bius total dipilih agar prosedur sunat atau khitan dapat berjalan dengan nyaman dan hasilnya pun aman bagi anak.

Memilih Tipe Anestesi saat Sunat, Utamakan Kenyamanan Anak
Memilih Tipe Anestesi saat Sunat, Utamakan Kenyamanan Anak

Selain anestesi, bagaimana agar anak nyaman?

Proses anestesi atau pembiusan sendiri mungkin menimbulkan rasa takut pada anak. Oleh karena itu, sebelum pembiusan dilakukan, dokter dapat memberikan edukasi pada anak. Dokter juga dapat menjelaskan prosedur sunat secara mendetail agar anak paham, tentunya dengan gaya komunikasi yang tenang dan ramah. Hal ini dilakukan untuk meredakan rasa takut anak dan mengurangi kecemasan akan ketidakpastian.

Prosedur sunat di Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM) Yogyakarta dilakukan dengan mengutamakan kenyamanan psikologis. Agar anak tidak trauma, sunat dilakukan di ruangan yang ramah anak. Anak juga dapat diberi distraksi seperti mainan, video, gadget, atau diajak mengobrol oleh keluarga. Dengan demikian, anak tidak merasa takut karena berada di tengah lingkungan dan orang-orang yang tidak dikenal.

Tags: Anak dokter sirkumsisi sunat

Related Posts

ASMA PADA ANAK: Penyakit Kronis yang Dapat Dikendalikan, Bukan Sekadar Sesak Napas

Artikel Senin, 18 Mei 2026

Oleh: dr. Fita Wirastuti, M. Sc., Sp. A. Asma merupakan salah satu penyakit kronis paling sering pada anak. Banyak masyarakat masih menganggap asma hanya sebagai “sesak napas biasa” yang muncul sesekali.

Pentingnya Menilai Kesiapan Sekolah Pada Anak

Berita Senin, 21 Juli 2025

Setiap anak memiliki hak atas pendidikan, salah satunya melalui sekolah. Di sekolah, anak dapat belajar beragam pengetahuan, keterampilan, sekaligus membentuk dan mengembangkan karakter. Pendidikan yang didapat anak di sekolah juga merupakan investasi bagi masa depan […].

Jelang Masuk Sekolah, Penuhi Hak Anak untuk Sehat Lewat Imunisasi

Berita Selasa, 15 Juli 2025

Salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan anak adalah melalui imunisasi. Imunisasi biasanya diberikan sebelum anak-anak memasuki usia sekolah, lalu dilanjutkan dengan imunisasi pada usia sekolah khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Alternatif Terapi Non-Bedah untuk Osteoarthritis dan Kasus Ortopedi Lainnya di RSA UGM

Berita Rabu, 25 Juni 2025

Osteoarthritis atau pengapuran sendi merupakan salah satu kondisi yang umum terjadi di Indonesia. Kondisi ini disebabkan kerusakan bertahap pada tulang rawan (kartilago) yang melapisi ujung-ujung tulang.

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Sepsis: Ketika Infeksi Yang Tampak Sederhana Menjadi Kondisi Yang Mengancam Nyawa
  • RSA UGM Raih Seva Paramahita Award untuk Pelayanan JKN
  • Dokter Spesialis Neurologi RSA UGM Selesaikan Clinical Training Program Tingkat Internasional
  • Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Dokter Gigi Umum – Klinik Rumah Sehat UGM
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada