• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • RESEARCH
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Pendidikan Pelatihan
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Srikandi 1
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Ortopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Karir
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Home
  • Artikel

Menopause: Memahami Fase Alami dalam Kehidupan Perempuan

  • Artikel
  • 26 Oktober 2026, 10.54
  • Oleh : admin

Oleh: Evita Ratih Dewayani, S.S.T. | dr. Yosi Tamara, Sp.O.G.

Apa itu menopause?

Menopause adalah berhentinya haid secara permanen karena indung telur (ovarium) tidak lagi aktif melepaskan sel telur dan memproduksi hormon dalam jumlah seperti sebelumnya. Fase ini dialami setiap perempuan dan menandai berakhirnya masa subur. Menopause bukan penyakit, tetapi keluhan yang menyertainya bisa cukup berat hingga mengganggu kualitas hidup. Menopause alami dinyatakan terjadi bila haid tidak datang selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain, seperti kehamilan, menyusui, efek obat, atau penyakit tertentu. Karena itu, menopause baru dapat dipastikan setelah satu tahun berlalu sejak haid terakhir.

Tiga tahap yang perlu dikenali

Tahap Kapan terjadi Yang biasanya dialami
Perimenopause (masa peralihan) Beberapa tahun menjelang haid terakhir hingga 12 bulan sesudahnya; umumnya mulai usia 40-an Haid tidak teratur, rasa panas mendadak, sulit tidur, dan perubahan suasana hati. Masih bisa hamil.
Menopause Titik haid terakhir, yang baru dapat dipastikan setelah 12 bulan tanpa haid Akhir masa subur
Pascamenopause Seluruh masa hidup setelah menopause Keluhan dapat berlanjut beberapa tahun; risiko osteoporosis dan penyakit jantung meningkat

Pada usia berapa menopause biasanya terjadi?

Secara global, menopause alami umumnya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun. Di Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan RI mencatat rata-rata usia perempuan saat mengalami menopause berada di kisaran 50 hingga 52 tahun. Usia menopause setiap perempuan tidak dapat diramalkan secara pasti.

Bila datang lebih awal atau lebih lambat, menopause disebut:

  • Menopause prematur (insufisiensi ovarium prematur): sebelum usia 40 tahun.
  • Menopause dini: antara usia 40 dan 45 tahun.
  • Menopause terlambat: setelah usia 55 tahun.

Menopause juga dapat terjadi akibat tindakan medis. Pengangkatan kedua indung telur menyebabkan menopause seketika (menopause bedah). Kemoterapi atau radioterapi di daerah panggul juga dapat menghentikan fungsi indung telur. Perlu diketahui, pengangkatan rahim saja (tanpa indung telur) memang menghentikan haid, tetapi indung telur tetap menghasilkan hormon sehingga perempuan tersebut belum tentu langsung mengalami menopause.

Tanda-tanda menopause akan tiba

Menopause jarang datang tiba-tiba. Sebelumnya, tubuh melewati masa perimenopause yang lamanya berbeda pada setiap orang, mulai dari beberapa tahun hingga sekitar sepuluh tahun. Penyebabnya adalah jumlah sel telur di indung telur yang makin sedikit. Akibatnya, pelepasan sel telur (ovulasi) menjadi tidak teratur dan kadar hormon estrogen serta progesteron naik-turun tak menentu. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi tubuh, perasaan, daya pikir, dan hubungan sosial. Tanda-tanda yang perlu dikenali:

  • Perubahan pola haid: biasanya tanda pertama. Haid bisa lebih lama atau lebih singkat, lebih banyak atau lebih sedikit, jaraknya berubah, kadang terlewat, atau muncul bercak.
  • Rasa panas mendadak (hot flush) dan keringat malam: rasa panas di wajah, leher, dan dada yang muncul tiba-tiba, sering disertai keringat dan jantung berdebar. Keluhan ini dialami sebagian besar perempuan, hingga sekitar 8 dari 10 orang.
  • Gangguan tidur, suasana hati mudah berubah, mudah cemas, sulit berkonsentrasi, atau sering lupa.
  • Gejala pramenstruasi (PMS) yang makin berat pada sebagian perempuan.
  • Vagina kering, nyeri saat berhubungan seksual, dan lebih mudah mengalami infeksi saluran kemih.
  • Nyeri sendi dan otot, serta kenaikan berat badan, terutama di sekitar perut.

Tidak semua perempuan mengalami semua tanda di atas. Ada yang hampir tidak merasakan apa pun selain haid yang tidak teratur, ada pula yang keluhannya cukup berat.

Apakah masih bisa hamil?

Ya, selama masa perimenopause kehamilan masih mungkin terjadi, walaupun haid sudah tidak teratur. Kehamilan di usia di atas 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi bagi ibu dan janin. Karena itu, perempuan yang tidak merencanakan kehamilan dianjurkan tetap menggunakan kontrasepsi hingga:

  • 12 bulan tanpa haid, bila usia 50 tahun atau lebih; atau
  • 24 bulan tanpa haid, bila usia di bawah 50 tahun.

Bagi pengguna kontrasepsi hormonal, haid bisa tidak muncul karena pengaruh kontrasepsinya, sehingga waktu berhenti perlu ditentukan bersama dokter atau bidan.

Setelah menopause: apa yang berubah?

Pascamenopause berlangsung sepanjang sisa hidup. Kadar estrogen tetap rendah dan memengaruhi beberapa bagian tubuh.

Keluhan bisa berlanjut:

Keluhan tidak langsung hilang begitu haid berhenti. Penelitian jangka panjang SWAN di Amerika Serikat menemukan bahwa rasa panas mendadak rata-rata berlangsung sekitar 7 tahun secara keseluruhan, dan sekitar 4–5 tahun setelah haid terakhir. Pada sebagian perempuan, keluhan berlangsung lebih lama. Perubahan gairah seksual, berat badan, dan kerontokan rambut juga dapat terjadi.

Vagina dan saluran kemih.

Kekurangan estrogen membuat jaringan vagina, bibir kemaluan, saluran kencing, dan kandung kemih menjadi lebih tipis dan kering. Kumpulan keluhan ini disebut sindrom genitourinari menopause (genitourinary syndrome of menopause/GSM), yang dulu dikenal sebagai atrofi vagina. Gejalanya antara lain vagina kering, gatal, atau perih; nyeri saat berhubungan seksual; sering atau tiba-tiba ingin buang air kecil; sulit menahan kencing; dan infeksi saluran kemih berulang. Berbagai penelitian melaporkan GSM dialami sepertiga hingga hampir 90% perempuan.

Tulang

Estrogen membantu menjaga kepadatan tulang. Ketika kadar estrogen turun, tulang lebih cepat kehilangan kepadatannya, terutama pada beberapa tahun pertama sekitar menopause, sehingga risiko osteoporosis (tulang keropos) dan patah tulang meningkat.

Langkah pencegahan yang dianjurkan:

  • Cukupi kalsium dan vitamin D, utamakan dari makanan seperti susu dan olahannya, ikan teri, tahu, tempe, dan sayuran hijau.
  • Lakukan olahraga yang menahan beban dan melatih kekuatan otot, seperti jalan cepat, naik tangga, senam, atau angkat beban ringan.
  • Berhenti merokok dan batasi alkohol.
  • Lakukan pemeriksaan kepadatan tulang (densitometri/DXA) mulai usia 65 tahun, atau lebih awal bila memiliki faktor risiko seperti menopause dini, berat badan sangat rendah, riwayat patah tulang, atau penggunaan obat steroid jangka panjang.

Jantung dan pembuluh darah

Sebelum menopause, estrogen ikut membantu menjaga kesehatan pembuluh darah. Setelah menopause, perlindungan ini berkurang. Kadar kolesterol, tekanan darah, dan lemak perut cenderung meningkat, sehingga risiko penyakit jantung dan stroke naik.

Suasana hati dan daya pikir

Masa perimenopause merupakan periode dengan risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala depresi, terutama pada perempuan yang pernah mengalami depresi sebelumnya. Keluhan sulit berkonsentrasi atau mudah lupa juga sering muncul, dan umumnya membaik setelah masa peralihan. Rasa sedih, cemas, atau hilang minat yang berlangsung lebih dari dua minggu perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Edukasi menopause dan gejalanya pada perempuan
Edukasi menopause dan gejalanya pada perempuan

Jika menopause datang lebih awal

Bagi perempuan yang mengalami menopause prematur (sebelum 40 tahun), terapi hormon umumnya dianjurkan setidaknya hingga usia rata-rata menopause alami (sekitar 50 tahun) untuk melindungi tulang dan jantung, kecuali ada kontraindikasi. Pemeriksaan tulang dan jantung perlu mendapat perhatian lebih pada kelompok ini.

Kapan perlu memeriksakan diri?

Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami:

  • Perdarahan atau bercak dari vagina setelah menopause, sekecil apa pun. Perdarahan ini bukan bagian normal dari menopause dan perlu diperiksa untuk mencari penyebabnya, termasuk menyingkirkan kemungkinan kanker rahim.
  • Haid berhenti sebelum usia 40 tahun (kemungkinan menopause prematur).
  • Perdarahan haid yang sangat banyak (misalnya harus mengganti pembalut setiap 1–2 jam) atau berlangsung lebih dari 7 hari, bercak di antara dua siklus haid, atau perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Rasa sedih, cemas, atau putus asa yang berkepanjangan.
  • Infeksi saluran kemih yang berulang atau sulit menahan kencing.
  • Keluhan yang sangat mengganggu aktivitas, atau bila ingin mengetahui pilihan pengobatan yang sesuai.

Mengapa menopause perlu dibicarakan lebih terbuka?

Menopause masih jarang dibicarakan di keluarga, masyarakat, tempat kerja, maupun layanan kesehatan, dan belum mendapat perhatian yang cukup dalam pendidikan tenaga kesehatan. Padahal jumlah perempuan yang mengalaminya terus bertambah. Pada tahun 2021, perempuan berusia 50 tahun ke atas mencakup 26% dari seluruh perempuan di dunia, naik dari 22% satu dekade sebelumnya. Diperkirakan lebih dari 1,2 miliar perempuan di dunia akan berada dalam masa menopause atau pascamenopause pada tahun 2030. Dengan usia harapan hidup yang makin panjang, banyak perempuan akan menjalani sepertiga hidupnya atau lebih setelah menopause. Memahami fase ini membantu perempuan menjalaninya dengan sehat, nyaman, dan percaya diri.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization. Menopause [Internet]. Fact sheet; 16 Oktober 2024. Tersedia di: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/menopause
  2. Harlow SD, Gass M, Hall JE, Lobo R, Maki P, Rebar RW, dkk. Executive summary of the Stages of Reproductive Aging Workshop + 10: addressing the unfinished agenda of staging reproductive aging. Menopause. 2012;19(4):387–95.
  3. United Nations Population Fund (UNFPA). Menopause and human rights: frequently asked questions [Internet]. Tersedia di: https://www.unfpa.org/resources/menopause-and-human-rights-%E2%80%94-frequently-asked-questions
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Menopause. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI. go.id.
Tags: edukasi kesehatan Gejala Menopause Kesehatan Perempuan Menopause Pascamenopause Perimenopause rsa ugm

Related Posts

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Fisioterapis RSA UGM Tahun 2026

Pengumuman Senin, 26 Oktober 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Fisioterapis RSA UGM Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menyampaikan hasil seleksi administrasi Rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja untuk formasi Fisioterapis, berdasarkan Pengumuman Nomor 8152/UN1/RSA.1.2/SDM/KP.02.01/2026.

Pengumuman Rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja Formasi Fisioterapis RSA UGM Tahun 2026

Pengumuman Selasa, 20 Oktober 2026

Pengumuman Rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja – Fisioterapis Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) membuka kesempatan untuk mengikuti seleksi penerimaan Pegawai dengan Perjanjian Kerja untuk formasi Fisioterapis, berdasarkan Pengumuman Nomor 7988/UN1/RSA.1.2/SDM/KP.02.01/2026.

Mengenal Tim PPI: pejuang senyap yang menjaga anda dan keluarga tetap aman dan nyaman di Rumah Sakit

Artikel Senin, 19 Oktober 2026

Oleh: Novia Dwi Lina, S.Kep., Ns/ Suci wahyu Hariyanto, S.Kep.,Ners., M.N.Sc. (IPCN RSA UGM/Komite PPI) Pernahkah anda merasa takut saat akan masuk menjenguk keluarga di Rumah Sakit?, takut nanti tertular penyakit, takut dan jijik dengan […].

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Dokter Umum – Klinik Korpagama

Pengumuman Kamis, 8 Oktober 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir – Dokter Umum Klinik Korpagama Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menyampaikan Pengumuman Hasil Seleksi Calon Pegawai dengan Perjanjian Kerja untuk formasi Dokter Umum dengan penempatan di Klinik Korpagama, […].

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Fisioterapis RSA UGM Tahun 2026
  • Menopause: Memahami Fase Alami dalam Kehidupan Perempuan
  • Pengumuman Rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja Formasi Fisioterapis RSA UGM Tahun 2026
  • Mengenal Tim PPI: pejuang senyap yang menjaga anda dan keluarga tetap aman dan nyaman di Rumah Sakit
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada