Oleh: Novia Dwi Lina, S.Kep., Ns/ Suci wahyu Hariyanto, S.Kep.,Ners., M.N.Sc. (IPCN RSA UGM/Komite PPI)
Pernahkah anda merasa takut saat akan masuk menjenguk keluarga di Rumah Sakit?, takut nanti tertular penyakit, takut dan jijik dengan bau Rumah sakit yang kadang membuat Mual?
Bahkan saat anda jadi pasien dan rencana dioperasi, takutkah anda operasinya akan lancar?takutkah anda luka operasi anda akan infeksi?
Berangkat dari kekhawatiran itu semua, mengacu pada Permenkes RI Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan maka setiap Rumah sakit membentuk Tim PPI yaitu tim pencegahan dan pengendalian infeksi yang bekerja 24/7 tanpa henti untuk memastikan lingkungan Rumah Sakit aman dan nyaman sesuai standar.
Sesuai Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, Tim PPI bertugas menyusun kebijakan dan prosedur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, melakukan sosialisasi dan edukasi, menyusun program, melaksanakan monitoring dan evaluasi, melakukan investigasi masalah infeksi, serta memberikan konsultasi dan rekomendasi perbaikan

Pesan utama yang perlu ditekankan adalah bahwa kegiatan tim PPI melibatkan semua staf dan bahkan pasien dan pengunjung itu sendiri untuk mensukseskan dalam menciptakan Rumah sakit yang aman dan nyaman bagi semua orang
Yuk intip apa saja yang bisa dilakukan oleh Tim PPI untuk membuat anda merasa aman dan nyaman di Rumah sakit:
- Megamankan lalu lintas pasien
Bersama-sama dengan manajemen dan tim teknis mengatur alur keluar masuk pengunjung rumah sakit, agar tetap terjaga dan bebas infeksi. Memastikan lokasi dan alur pasien infeksius dan non infeksius terpisah sehingga kejadian infeksi di rumah sakit bisa dicegah.
- Menjadi “polisi” kebersihan tangan
Tim PPI memastikan bahwa semua staf di rumah sakit bisa melakukan kebersihan tangan dengan baik dan benar, melakukannya dalam 5 momen saat di rumah sakit, memastikan bahwa staf bisa mengajarkan kepada semua pasien, keluarga, dan pengunjung untuk melakukan kebersihan tangan.
Selain itu tim PPI memastikan bahwa semua fasilitas kebersihan tangan di seluruh Rumah sakit tersedia, terdiri dari handrub di setiap sudut, fasilitas cuci tangan (tissue, sabun cuci tangan, dan wastafel yang bersih, tersedia media pembelajaran yang menarik, seperti poster, stiker, leaflet bahkan video)
- Menjadi edukator bagi semua Civitas Hospitalia
Tim PPI menembus semua unit untuk mengedukasi semua staf tentang semua kegiatan PPI, bagaimana cara menjaga alat medis dikelola tetap aman sampai digunakan oleh pasien, bagaimana linen yang di pakai pasien higienis, bagaimana bangku-bangku ruang tunggu tetap higienis, bagaimana staf tetap merasa aman menangani pasien dengan penyakit menular
- Menjadi auditor
Tim PPI setiap hari bergerilya mendatangi semua unit, memastikan semua staf melakukan tindakan yang dilakukan aman dan sesuai dengan Prosedur operasional yang telah di tentukan. Dan melaporkan hasilnya secara berkala kepada pimpinan RS agar mutu keselamatan pasien tetap terjaga.
Tim PPI memberikan rekomendasi terkait isolasi, kebutuhan ruang, alur pasien, APD, dan pengendalian lingkungan sesuai kondisi dan kebijakan rumah sakit.
- Memastikan sterilitas Tingkat tinggi (bukan hanya bersih)
Tim PPI bersama-sama dengan instalasi sterilisasi menyusun pedoman pengelolaan alat medis, mensosialisasikan kepada staf, memonitor dan memastikan pedoman dilaksanakan dengan benar.
Untuk ruangan pelayanan bagi pasien yang sudah pulang tempat tidur dan lingkungan sekitarnya dipastikan dibersihkan setiap sudutnya sehingga aman untuk pasien berikutnya
- Mengamankan limbah tidak menjadi boomerang buat lingkungan sekitar
Tim PPI Bersama dengan instalasi Sanitasi memastikan bahwa pemilahan limbah sesuai cara buangnya, ,sesuai APD yang digunakan saat mengelola limbah, saat transport limbah dan yang terakhir tim PPI memastikan limbah yang dihasilkan RS aman untuk lingkungan sekitarnya.
- Menyusun aturan kunjungan (demi kebaikan bersama)
Tim PPI memberi rambu-rambu agar pasien yang dilayaninya aman, sehingga saat pasien dirawat memang kunjungan dibatasi dan barang-barang yang dibawa juga dibatasi. Bukan karena jahat, tapi tim PPI tahu bahwa pasien yang sedang dirawat dalam kondisi sangat lemah, jadi risiko tertular infeksi lebih tinggi daripada saat mereka sehat.
- Menuju masa depan yang lebih aman dan mengikuti era digitalisasi
Tim PPI juga tak henti-hentinya mengikuti pelatihan, seminar nasional bahkan internasional untuk meningkatkan ilmu tetang pencegahan infeksi dengan berbagai hasil penelitian terbaru. Tim ppi juga bekerja sama dengan tim IT Rumahsakit agar pelayanan dan kegiatan pencegahan semakin efektif dan digitalisasi
Yuk, Ikut Menjadi Bagian dari Tim Kolaborasi Ini!
Satu elemen penting yang tidak boleh ketinggalan dalam rantai kolaborasi ini adalah Anda sendiri—sebagai pasien dan pengunjung cerdas. Anda bisa ikut membantu seluruh petugas kesehatan dengan 3 langkah sederhana:
- Gunakan hand sanitizer yang tersedia di dinding koridor sebelum dan sesudah masuk ke kamar perawatan.
- Patuhi aturan kunjungan mengenai jam besuk dan batasan jumlah penunggu demi kenyamanan bersama.
- Tunda menjenguk jika Anda sedang kurang fit (seperti batuk, pilek, atau demam) agar tidak membawa kuman baru ke dalam rumah sakit.
Jadi, saat berikutntya anda berkunjung ke Rumah sakit baik sebagai pasien, keluarga pasien maupun sebagai pengunjung, maka anda harap tenang, Tarik nafas dalam, kami Tim PPI telah memastikan dan akan terus berupaya setiap permukaan yang anda sentuh, dan udara yang anda hirup, serta seluruh alat Kesehatan yang anda gunakan di rumah sakit aman untuk anda dan orang-orang tercinta.
Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan RI No 27 tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan