
LHOKSUKON, Aceh – Sebagai bagian integral dari Academic Health System (AHS) FKKMK UGM-Pokja Bencana, Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM bersama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito dan RS Soeradji Tirtonegoro mengambil peran dalam Tim Tanggap Bencana Aceh II yang bertugas di Klaster Kesehatan Kabupaten Aceh Utara. Tim dengan personel dari RSA UGM dan RS jejaring ini sukses menyelesaikan misi pemulihan infrastruktur dan layanan medis selama enam hari, mulai dari 4 hingga 10 Desember 2025.
Tim II dipimpin oleh dr. R. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B, Subsp. Onk (K) dari RSA UGM. Tim multidisiplin ini terdiri dari dokter spesialis (Penyakit Dalam, Anak, Orthopedi, Anestesi), dokter umum, perawat, farmasi, ahli gizi, sanitarian, dan teknisi. Personel kunci dari RSA UGM juga mencakup spesialis Anestesi (dr. Kamala Kan Nur Azza, Sp.An., M.Sc), Perawat Bedah (Agus Damar Septiaji S.Tr.Kep., Ners), Farmasi (apt. Samsul Alam, M. Clin. Pharm), dan Teknisi IPSRS (Candra Aridan, ST).
Tim tiba di Lhoksukon pada Jumat, 5 Desember 2025, dan segera bergerak. Tim mobile langsung dikirim ke Kecamatan Langkahan yang mengalami kerusakan parah dan melayani 86 pasien dengan kasus dominan ISPA dan penyakit kulit. Tim juga berhasil mengevakuasi balita pneumonia untuk perawatan intensif di RSUD Muchtar Hasbi.
RSA UGM melalui Tim Teknis (IPSRS) dan Sanitarian (RSUP Sardjito) menemukan masalah kritis pada instalasi air dan genset RSUD dr. Muchtar Hasbi yang tidak beroperasi sejak 2018. Tim teknis berupaya keras memulihkan RSUD Muchtar Hasbi, dan berhasil mengaktifkan genset pada Rabu, 10 Desember 2025, pukul 20:00, hanya beberapa jam setelah serah-terima tugas. Instalasi air bersih untuk bangsal menjadi prioritas dan berhasil diselesaikan pada 11 Desember 2025.

Upaya peningkatan kapasitas RSUD Muchtar Hasbi dilakukan sejak Senin, 8 Desember 2025. Tim Medis AHS FKKMK UGM melakukan aktivasi Kamar Operasi dan berhasil mengaktifkan sistem Central Gas Medis (Vakum, Oksigen, N2O, Kompresor) yang sebelumnya tidak berfungsi. Tidak hanya mengaktifkan alat-alat tersebut, tim juga membuat video edukasi dan memberikan pelatihan langsung kepada staf RSUD setempat untuk memastikan keberlanjutan operasional fasilitas medis krusial pasca-bencana.
Secara keseluruhan, Tim II berhasil menangani 777 pasien rawat jalan di posko dan 108 pasien di RS, dengan total layanan sebanyak 907 pasien. Tim II telah melakukan handover dengan Tim III dan menyerahkan sisa logistik obat dan alat kesehatan kepada RSUD Muchtar Hasbi serta puskesmas terdampak.
Manajemen RSA UGM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga yang luar biasa kepada seluruh personel, khususnya staf RSA UGM, atas kepemimpinan, dedikasi, dan profesionalisme yang ditunjukkan dalam misi kemanusiaan ini. Komitmen bantuan ini akan dilanjutkan melalui rotasi tim medis multidisiplin secara berkesinambungan hingga kondisi layanan kesehatan di Provinsi Aceh kembali pulih dan kondusif. Peran RSA UGM akan terus menjadi pilar utama dalam pemulihan jangka panjang wilayah terdampak.
