Oleh: dr. Ali Baswedan, Sp. P.D. KEM-D
Lereng Merapi, 24 November 2025. Selama puluhan tahun banyak orang beranggapan bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang berlangsung “seumur hidup”. Begitu didiagnosis diabetes, terbayang minum obat atau suntik insulin selamanya. Sepanjang hayat dikandung badan. Namun, anggapan itu mulai pupus seiring ada kabar baik dari perkembangan ilmu kedokteran modern: Diabetes Tipe 2 Bisa Remisi. Artinya, kadar gula darah bisa normal tanpa obat, tanpa suntikan insulin. Syaratnya, mempraktekan gaya hidup yang benar, yaitu menjaga pola makan dan rutin gerak badan/olahraga. Cara seperti ini wajib dilakukan secara konsisten. Istikomah.

Bagaimana Proses Kemunculan Diabetes tipe 2 ?
Dulu, Diabetes tipe 2 disebutkan karena “kekurangan insulin” atau “kerusakan pankreas”. Itu teori lama. Sekarang, hasil penelitian kedokteran modern menyebutkan, penyakit ini muncul karena kelebihan kalori dalam tubuh. Artinya, ada ketimpangan antara konsumsi makanan dan aktifitas sehari-hari. Sebagaimana diketahui, konsumsi makanan menghasilkan kalori. Kalori ini digunakan sebagai tenaga untuk aktifitas sehari-hari. Ketika konsumsi makanan berlebih, sedangkan aktifitas sehari-hari minimal, tubuh kelebihan kalori. Lambat laun muncul diabetes tipe 2. Kok bisa?
Ketika tubuh kelebihan kalori, sebagian disimpan dalam bentuk lemak. Tempat penyimpanan lemak biasanya di bawah kulit. Kalau di bawah kulit sudah “penuh”, lemak ditumpuk di organ dalam tubuh. Hati menjadi salah satu tempat penumpukan utama. Lemak hati inilah yang menyebabkan resistensi insulin, yaitu kerja insulin lemot, tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya, hati memproduksi gula lebih banyak, pada hal gula darah sudah tinggi karena kerja insulin yang lemot.
Selain itu, sebagian lemak dari hati dialirkan ke pankreas, pabrik insulin, dalam bentuk partikel lemak bernama VLDL (Very Low Density Lipoprotein). Jika proses ini berlangsung terus-menerus, berbulan-bulan, pankreas jadi tempat timbunan lemak. Akibatnya, pankreas sebagai pabrik insulin tidak bisa bekerja optimal. Penumpukan lemak di hati dan pankreas ini disebut “beban metabolik”. Kondisi demikian menaikan gula darah dan muncul diabetes tipe 2.
Apa Itu Remisi?
Remisi berarti gula darah normal tanpa obat, selama sedikitnya 3–6 bulan. Remisi bukan berarti penyakitnya hilang, tetapi tubuh dalam kondisi sehat. Dengan kata lain, remisi adalah diabetes yang “tidur”—masih ada risiko “terbangun”.
Remisi terjadi karena beban metabolik (tumpukan lemak di hati dan pankreas) berhasil “dikuras” mencapai normal. Ketika lemak tersebut berkurang, resistensi insulin membaik, kerjanya tidak lemot lagi. Selain itu, pankreas dapat kembali memproduksi insulin seperti biasanya.
Bagaimana Caranya Bisa Remisi?
Penelitian seperti Counterpoint, Counterbalance dan DiRECT di Inggris menunjukkan satu pesan yang sangat jelas: penurunan berat badan 10–15% dari berat awal dapat membuat pasien diabetes tipe 2 kembali normal tanpa obat atau menjadi remisi. Artinya, wajib mengurangi kelebihan kalori dalam tubuh. Dengan kata lain, ketimpangan antara konsumsi makanan dan aktifitas sehari-hari harus diseimbangkan. Caranya, gaya hidup yang benar : menjaga pola makan dan rutin gerak badan/olahraga secara konsisten. Istikomah.
Strategi yang terbukti efektif antara lain:
- Stop konsumsi gula pasir, gula aren, gula jawa, gula batu dan kecap.
- Pola makan rendah karbohidrat : membantu menurunkan gula.
- Perbanyak konsumsi sayuran: bisa mengurangi penyerapan karbohidrat.
- Hindari buah yang sangat manis seperti nanas, pepaya matang, semangka, mangga atau pisang.
- Hindari makanan siap saji, minuman manis, minuman sachet, tepung dan camilan tinggi gula seperti biskuit.
- Gerak badan/olahraga teratur, terutama jalan kaki, bersepeda, atau latihan otot ringan.
- Pertahankan berat badan ideal, agar remisi tetap bertahan lama.
Siapa Yang Bisa Remisi?
- Pasien yang mengalami diabetes tipe 2 selama 6 – 23 tahun. Data ini diambil dari subyek penelitian Counterbalance dan DIRECT.
- Pasien yang menerapkan perubahan pola makan dan gerak badan/olahraga secara konsisten.
- Pasien yang mengalami penurunan berat badan bermakna.
Apakah Remisi Bisa Kambuh?
Ya, remisi bisa hilang jika gaya hidup berupa pola makan dan gerak badan/olahraga, kembali kacau. Namun kabar baiknya, remisi dapat dicapai ulang dengan kembali menerapkan gaya hidup yang benar.
Kesimpulan
Remisi pada diabetes tipe 2 adalah kenyataan ilmiah, bukan sekadar harapan. Dengan perubahan gaya hidup dan dukungan profesional kesehatan, penyandang diabetes tipe 2 dapat kembali hidup normal tanpa obat atau insulin. Kuncinya adalah memahami bahwa diabetes tipe 2 bukan soal kekurangan insulin atau pankreas yang rusak. Diabetes tipe 2 ialah masalah “beban metabolik”: penumpukan lemak di hati dan pankreas. Ketika beban itu berkurang dengan cara menerapkan gaya hidup yang benar, tubuh dapat pulih seperti sedia kala.