Influenza A dapat menimbulkan gejala yang menyerupai flu pada umumnya. Namun, salah satu perbedaannya adalah suhu tubuh pasien dapat meningkat secara mendadak. Gejala lainnya dapat berupa pegal di seluruh tubuh, sakit kepala, batuk kering, kelelahan, nyeri tenggorokan, dan hidung tersumbat. Pada anak-anak, gejala juga dapat disertai mual, muntah, atau diare sehingga perlu diperhatikan risiko dehidrasi.
Untuk membantu mendeteksi penyebab infeksi saluran pernapasan secara cepat, Laboratorium Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM) menghadirkan teknologi Respiratory Panel.
Apa Itu Respiratory Panel?
Respiratory Panel merupakan alat yang digunakan untuk melakukan deteksi cepat terhadap penyebab infeksi saluran pernapasan. Salah satunya adalah Influenza A, yang dalam artikel ini disebut sebagai salah satu virus yang sedang merebak di Indonesia.
Teknologi ini dapat mengidentifikasi hingga enam jenis virus atau patogen, yaitu:
- Influenza A
- Influenza B
- SARS-CoV-2 atau Covid-19
- RSV
- HAdV
- MP
Pemeriksaan menggunakan sampel swab hidung dari pasien. Proses pemrosesan sampel diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam, sedangkan hasil identifikasi dapat dikirimkan kepada pasien dalam waktu 24 jam.
Keunggulan Respiratory Panel RSA UGM
Selain dapat mendeteksi enam patogen penyebab infeksi saluran pernapasan, teknologi Respiratory Panel memiliki beberapa keunggulan.
1. Sensitivitas Tinggi
Teknologi digital microfluids memiliki sensitivitas hingga 200 copies/mL, sehingga dapat digunakan untuk membantu mendeteksi patogen penyebab infeksi saluran pernapasan.
2. Minim Kontaminasi
Cartridge yang digunakan memiliki sistem fully sealed dengan reaksi water in oil. Sistem tersebut menjadi salah satu keunggulan teknologi Respiratory Panel dalam proses pemeriksaan.
3. Penyimpanan Praktis
Respiratory Panel menggunakan freeze-dry reagent yang dapat disimpan pada suhu ruang dengan performa yang stabil.
Respiratory Panel untuk Deteksi Dini
Layanan Respiratory Panel dapat diakses melalui Laboratorium RSA UGM yang beroperasi selama 24 jam setiap hari. Pasien dengan gejala seperti demam, pilek, pegal-pegal, hingga sakit kepala dapat melakukan pemeriksaan untuk membantu mendeteksi virus atau patogen penyebab infeksi saluran pernapasan.
Deteksi terhadap penyebab infeksi dapat membantu tenaga kesehatan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Untuk kasus Influenza A, artikel menyebutkan bahwa penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Istirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan menjadi bagian dari perawatan yang disebutkan dalam artikel.
Jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.