Oleh: Karenza Balqist, S.Kep. Ners | dr. Shinta Retno Kusumowati, Sp. K.J.
Bunuh diri merupakan masalah serius yang terjadi di seluruh dunia. Kasus bunuh diri menjadi sorotan penting bagi kita semua karena dari tahun ke tahun angka kematian akibat bunuh diri semakin meningkat. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa setiap tahun 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri dan bunuh diri merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga dalam rentang usia 18-29 tahun. Dilansir dari data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan dan Kepolisian Republik Indonesia, dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan kasus bunuh diri, yaitu 1.332 kasus di tahun 2023, 1.403 kasus di tahun 2024, dan 1.503 kasus pada 2025.
WHO secara resmi menetapkan tanggal 10 September sebagai hari pencegahan bunuh diri seluruh dunia. International Association for the Study of Pain (IASP) dan World Federation for Mental Health juga mendukung peringatan tersebut guna mencegah dan mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh bunuh diri (Karimah, 2024).

Bunuh diri adalah usaha tindakan atau pikiran seseorang untuk mengakhiri hidup yang dilakukan secara sengaja, mulai dari pikiran pasif tentang bunuh diri sampai melakukan tindakan yang mematikan (Zulaikha & Febriyana, tahun?). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bunuh diri antara lain depresi, masalah citra diri, perilaku impulsif, masalah sosial, penggunaan alkohol dan narkoba, faktor ekonomi dan sosial, lingkungan sosial dan gangguan mental lainnya (Fadila, 2025).
Menurut Center for Public Health Mental (CPHM) UGM tanda-tanda yang perlu diperhatikan pada orang dengan kecenderungan bunuh diri sangat bervariasi, antara lain:
- Berbicara atau menulis kematian tentang bunuh diri
- Mencari cara untuk membunuh diri bahkan sampai menyakiti diri
- Mengatakan rindu dengan orang-orang yang sudah meninggal
- Mengunggah di sosial media atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa
- Kehilangan minat dalam melakukan hal-hal yang disenangi
- Menarik diri dari lingkungan sosial
Berikut langkah sederhana yang bisa kita lakukan dalam rangka mendukung program pencegahan bunuh diri di seluruh dunia.:
- Mengubah sudut pandang terkait bunuh diri.
Dalam kurun waktu 3 tahun, WHO menginisiasi tema “changing the narrative on suicide” dengan tujuan mengubah sudut pandang kita terkait isu bunuh diri yang sebelumnya, dianggap menjadi hal yang tabu, memalukan, bahkan aib menjadi isu kesehatan yang meskipun kompleks namun dapat dicegah. Harapannya, orang dengan kecenderungan bunuh diri tidak takut untuk mencari pertolongan.
- Mulai untuk memulai percakapan.
WHO juga menginisiasi tema “start the conversation” guna mengajak kita untuk lebih peduli akan orang dengan kecenderungan bunuh diri. Dimulai dengan menanyakan kabar sampai menggali perasaan mereka akan keinginan bunuh diri. Orang dengan kecenderungan bunuh diri merasa dirinya sudah tidak berharga dan sudah tidak memiliki tujuan hidup di dunia, sehingga harapannya kita mampu hadir, mampu mendengarkan, dan mampu menjadi tempat aman bagi mereka untuk bercerita. Hindari penggunaan kalimat menghakimi dalam berinteraksi dengan mereka.
- Menyarankan untuk datang ke profesional
Mencari bantuan ke profesional menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya bunuh diri. layanan jiwa profesional di Indonesia saat ini sudah sangat mudah diakses di manapun, baik di Puskesmas (psikolog puskesmas), layanan kampus (satgas dan mental health promotor), dan rumah sakit (psikolog, psikiater, dan perawat jiwa).
Ke depannya, diharapkan isu-isu bunuh diri bukanlah menjadi sebuah ancaman yang tidak bisa dicegah, melainkan menjadi kepedulian sesama akan pentingnya nilai kehidupan.
Referensi:
- Center for Public Health Mental 2021. Pedoman Pertolongan Pertama Psikologis pada Upaya Bunuh Diri. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
- Fadila, E.W.N. 2025. Faktor yang Mempengaruhi Bunuh Diri sebagai Permasalahan yang Sering Terjadi di Indonesia. Surabaya. Jurnal Ilmiah Penelitian Mandira Cendekia, 3(6): 16.
- Karimah, H.N. 2024. Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional 2024: Komunikasi Menjadi Kunci. Bandung: Ilmu Komunikasi Unpad. Diakses dari: https://ilkom.fikom.unpad.ac.id/ pada 22 September 2026.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data Kasus Bunuh Diri Tahun 2023-2025.
- LPM Psikogenesis, diakses dari: https://psikogenesis.org/hari-pencegahan-bunuh-diri-sedunia-sejarah-dan-pentingnya-kesadaran-global/
- World Health Organization. 2026. World Suicide Prevention Day 2026. Diakses dari: https://www.who.int/campaigns/world-suicide-prevention-day/2026 pada 22 September 2026.
- Zulaikha, A., Febriyana, N. Bunuh Diri pada Anak dan Remaja. Surabaya: Ilmu Kedokteran Jiwa FK Universitas Airlangga.