• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • RESEARCH
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Diklat
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Srikandi 1
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Ortopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Karir
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Home
  • Artikel

Sepsis: Ketika Infeksi Yang Tampak Sederhana Menjadi Kondisi Yang Mengancam Nyawa

  • Artikel, Penyakit Dalam
  • 16 September 2026, 11.43
  • By : admin

Oleh: Undatun Ulfah, S.Kep.,Ners, dr. Gibran Ilham Setiawan, Sp. P.D.

Bayangkan seseorang mengalami luka kecil karena teriris pisau dapur atau seseorang mengalami infeksi saluran kemih yang awalnya hanya terasa seperti anyang-anyangan. Kita mungkin menganggapnya sebagai masalah ringan yang akan membaik dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi masalah yang jauh lebih serius, yaitu sepsis. Sepsis terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi menjadi tidak terkendali sehingga justru menyebabkan kerusakan pada organ tubuh sendiri. Dalam kondisi berat, sepsis dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis dan organ-organ vital gagal berfungsi. Kondisi ini disebut syok septik dan dapat berakibat fatal. Yang penting untuk diketahui, sepsis bukanlah sesuatu yang selalu datang secara tiba-tiba tanpa tanda. Mengenali infeksi dan tanda-tanda perburukan sejak dini dapat membantu seseorang mendapatkan pertolongan medis lebih cepat.

Apa Itu Sepsis?

Secara sederhana, sepsis dapat dipahami sebagai respons tubuh yang berlebihan dan tidak terkontrol terhadap suatu infeksi hingga menyebabkan gangguan fungsi organ. Ketika tubuh menghadapi kuman, sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk melawan infeksi. Respons ini sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan yang normal. Masalah terjadi ketika respons tersebut menjadi terlalu berat dan tidak terkendali. Peradangan yang semula bertujuan melawan kuman dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan dan organ tubuh, seperti paru-paru, ginjal, jantung, maupun otak. Pada keadaan yang semakin berat, tekanan darah dapat turun dan aliran darah ke organ-organ vital menjadi tidak mencukupi. Inilah yang dapat berkembang menjadi syok septik. Dengan kata lain, pada sepsis, bukan hanya kumannya yang menjadi masalah, tetapi juga respons tubuh terhadap infeksi tersebut.

Dari Mana Sepsis Berasal?

Sepsis hampir selalu bermula dari suatu infeksi. Infeksi dapat berasal dari berbagai bagian tubuh, tetapi beberapa sumber yang paling sering antara lain: Paru-paru, misalnya pneumonia atau infeksi paru. Saluran kemih, misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal. Kulit dan jaringan lunak, misalnya infeksi pada luka atau jaringan yang mengalami peradangan. Saluran pencernaan atau rongga perut, misalnya infeksi akibat kebocoran atau peradangan berat di dalam perut. Berbagai jenis mikroorganisme dapat menyebabkan infeksi yang kemudian berkembang menjadi sepsis, terutama bakteri seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus. Namun, perlu diingat bahwa sepsis dapat terjadi pada siapa saja, meskipun risiko terjadinya lebih tinggi pada kelompok tertentu.

Siapa yang Lebih Berisiko?

Beberapa orang lebih rentan mengalami infeksi berat dan sepsis, antara lain: Orang lanjut usia, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta. Bayi dan anak kecil, terutama pada kondisi infeksi berat. Orang dengan daya tahan tubuh yang menurun, misalnya akibat penyakit tertentu atau penggunaan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Penderita penyakit kronis, seperti diabetes, kanker, penyakit paru kronis, penyakit ginjal, atau penyakit hati. Pasien yang baru menjalani pembedahan atau prosedur medis invasif. Ibu hamil atau baru melahirkan, terutama bila terdapat infeksi atau komplikasi tertentu. Pasien yang sering menjalani perawatan di rumah sakit atau pernah dirawat di ruang perawatan intensif (ICU). Orang yang menggunakan antibiotik secara tidak tepat, karena penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat mendorong munculnya bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Edukasi sepsis dan tanda bahaya infeksi
Edukasi sepsis dan tanda bahaya infeksi

Apa Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai?

Salah satu tantangan sepsis adalah gejalanya pada awalnya dapat terlihat seperti infeksi biasa. Seseorang mungkin hanya mengalami demam, batuk, nyeri saat buang air kecil, atau luka yang tampak meradang. Namun, ketika kondisi semakin berat, tubuh dapat mulai menunjukkan tanda bahwa infeksi sudah memengaruhi fungsi organ. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Demam tinggi atau justru suhu tubuh yang sangat
  2. Denyut jantung menjadi lebih
  3. Napas menjadi cepat atau muncul sesak.
  4. Tekanan darah
  5. Lemas atau tampak sangat sakit.
  6. Mual, muntah, atau
  7. Nyeri tubuh atau nyeri yang terasa berat.
  8. Bingung, mengantuk berlebihan, sulit diajak berkomunikasi, atau terjadi penurunan kesadaran.
  9. Perubahan kondisi umum merupakan hal yang

Misalnya, seseorang yang sebelumnya hanya mengalami infeksi saluran kemih kemudian menjadi sangat lemas, bernapas cepat, tampak mengantuk atau bingung, dan tekanan darahnya turun. Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai infeksi biasa dan memerlukan evaluasi medis segera.

Bagaimana Sepsis Ditangani?

  1. Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis. Semakin cepat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan organ yang lebih berat. Penanganan di rumah sakit dapat meliputi:
  2. Mengatasi infeksi

Bila dicurigai infeksi bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik yang sesuai. Pemilihan antibiotik disesuaikan dengan sumber infeksi, kondisi pasien, pola kuman yang mungkin terlibat, serta hasil pemeriksaan mikrobiologi bila tersedia.

  1. Menghilangkan sumber infeksi Antibiotik saja tidak selalu cukup

Jika terdapat kumpulan nanah (abses), jaringan yang terinfeksi berat, atau sumber infeksi lain yang memerlukan tindakan, dokter dapat melakukan drainase, operasi, atau prosedur lainnya untuk mengendalikan sumber infeksi.

  1. Menjaga aliran darah dan fungsi organ

Pasien dapat membutuhkan cairan melalui infus, oksigen, dan pada kondisi tertentu obat-obatan untuk mempertahankan tekanan darah agar aliran darah ke organ-organ vital tetap memadai.

  1. Mengontrol kondisi tubuh lainnya

Dokter juga akan memantau dan menangani kadar gula darah, keseimbangan cairan dan elektrolit, fungsi jantung, paru-paru, ginjal, serta fungsi organ lainnya.

  1. Terapi pengganti fungsi ginjal bila diperlukan

Pada sebagian pasien dengan sepsis berat, fungsi ginjal dapat menurun hingga terjadi gagal ginjal akut. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat membutuhkan terapi pengganti ginjal, termasuk hemodialisis.

Apakah Sepsis Bisa Dicegah?

Tidak semua kasus sepsis dapat dicegah. Namun, mencegah infeksi dan mengenali infeksi lebih awal merupakan langkah penting untuk mengurangi risikonya. Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari antara lain:

  1. Biasakan mencuci tangan

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah menyentuh luka atau area yang terinfeksi.

  1. Rawat luka dengan baik

Luka, terutama luka yang dalam atau luka operasi, perlu dirawat sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Jangan menunggu luka menjadi semakin merah, bengkak, bernanah, atau disertai demam sebelum mencari pertolongan.

  1. Jangan menyepelekan infeksi

Demam, batuk, nyeri saat buang air kecil, luka bernanah, atau keluhan infeksi lainnya memang tidak selalu berarti sepsis. Namun, bila gejalanya semakin berat atau kondisi tubuh memburuk dengan cepat, segera periksakan diri.

  1. Gunakan antibiotik secara bijak

Antibiotik bukan obat untuk semua demam atau infeksi. Jangan membeli atau mengonsumsi antibiotik tanpa indikasi yang tepat dan jangan menghentikan antibiotik secara sembarangan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri sehingga infeksi di kemudian hari menjadi lebih sulit ditangani.

  1. Kendalikan penyakit kronis

Diabetes, penyakit ginjal, penyakit paru, kanker, dan penyakit kronis lainnya dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi berat. Kontrol penyakit secara teratur merupakan bagian penting dari pencegahan.

  1. Lengkapi vaksinasi

Vaksinasi dapat membantu mencegah sejumlah infeksi yang berpotensi menjadi berat, termasuk beberapa infeksi saluran pernapasan seperti influenza dan pneumonia.

  1. Terapkan gaya hidup sehat

Pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur yang baik, tidak merokok, serta menghindari konsumsi alkohol berlebihan membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  1. Jangan Tunggu Sampai Terlambat

Sepsis dapat bermula dari sesuatu yang terlihat sederhana: infeksi paru, infeksi saluran kemih, luka pada kulit, atau infeksi di dalam perut. Karena itu, jangan hanya melihat seberapa kecil infeksinya, tetapi perhatikan bagaimana kondisi tubuh secara keseluruhan. Jika seseorang yang sedang mengalami infeksi tiba-tiba menjadi sangat lemas, napas cepat atau sesak, tekanan darah turun, bingung, mengantuk berlebihan, atau mengalami penurunan kesadaran, jangan menunggu kondisi membaik sendiri. Segera cari pertolongan medis.

“Mengenali sepsis lebih awal dapat menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa”

Referensi:

  1. Singer M, Deutschman CS, Seymour CW, et The Third International Consensus Definitions for Sepsis and Septic Shock (Sepsis-3). JAMA. 2016;315(8):801–810. doi:10.1001/jama.2016.0287.
  2. Evans L, Rhodes A, Alhazzani W, et al. Surviving Sepsis Campaign: International Guidelines for Management of Sepsis and Septic Shock 2021. Intensive Care Medicine. 2021;47:1181–1247. doi:10.1007/ s00134-021-06506-y.
  3. Society of Critical Care Medicine (SCCM). Surviving Sepsis Campaign: International Guidelines for Management of Sepsis and Septic Shock 2026. SCCM; 2026.
  4. World Health Sepsis. Geneva: World Health Organization; 2024.
  5. Centers for Disease Control and Preventing Infections That Can Lead to Sepsis. CDC; 2025.
Tags: artikel edukasi kesehatan infeksi infeksi kesehatan penyakit dalam rsa ugm sepsis

Related Posts

RSA UGM Raih Seva Paramahita Award untuk Pelayanan JKN

Berita Tuesday, 15 September 2026

Sleman, 15 September 2026 – Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) kembali meraih penghargaan atas komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

RSA UGM berhasil memperoleh Seva Paramahita Award untuk Fasilitas Kesehatan Terbaik dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Kantor Cabang Sleman Tahun 2026 pada Kategori Kelas B.

Dokter Spesialis Neurologi RSA UGM Selesaikan Clinical Training Program Tingkat Internasional

Berita Friday, 11 September 2026

Yogyakarta, 11 September 2026 – Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) terus berkomitmen mengembangkan kualitas dan keterampilan tenaga medis melalui clinical training program di rumah sakit berskala internasional.

Clinical Training Program dokter Neurologi RSA UGM
Clinical Training Program dokter Neurologi RSA UGM

Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif dr. Andre Stefanus Panggabean, Sp.N sebagai salah satu dokter spesialis Neurologi di RSA UGM dalam Clinical Training Program on Movement Disorder, Neurosonology, and Neuroimaging di Department of Neurology di National Taiwan University Hospital.

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Dokter Gigi Umum – Klinik Rumah Sehat UGM

Pengumuman Tuesday, 1 September 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Dokter Gigi Umum

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) mengumumkan Hasil Seleksi Calon Pegawai dengan Perjanjian Kerja untuk formasi Dokter Gigi Umum dengan penempatan di Klinik Rumah Sehat UGM, berdasarkan Pengumuman Nomor 6486/UN1/RSA.1.2/SDM/KP.02.01/2026.

📢 Informasi Hasil Seleksi

  • Seluruh tahapan seleksi telah selesai dilaksanakan, meliputi Seleksi Administrasi, Tes Tertulis dan Wawancara, Psikotes, hingga Tes Kesehatan.
  • Keputusan hasil seleksi akhir telah ditetapkan oleh Panitia Seleksi Rekrutmen RS Akademik UGM.
  • Demi menjaga kerahasiaan data pribadi peserta, panitia tidak mengunggah daftar nama peserta di laman website.
  • Peserta yang dinyatakan LULUS dan DITERIMA telah dihubungi secara langsung oleh Panitia melalui pesan resmi WhatsApp.
  • Proses penempatan kerja bagi peserta yang dinyatakan lulus dan diterima terhitung mulai Selasa, 1 September 2026.

🎉 Hasil Seleksi Akhir

Berdasarkan seluruh rangkaian proses seleksi Rekrutmen Calon Pegawai dengan Perjanjian Kerja formasi Dokter Gigi Umum penempatan Klinik Rumah Sehat UGM, Panitia Seleksi Rekrutmen RS Akademik UGM telah menetapkan hasil seleksi akhir.

Peserta yang dinyatakan LULUS dan DITERIMA telah dihubungi secara langsung
oleh Panitia melalui pesan resmi WhatsApp untuk proses penempatan kerja.

📅 Informasi Penempatan

Formasi Dokter Gigi Umum
Penempatan Klinik Rumah Sehat UGM
Status LULUS dan DITERIMA
Mulai Penempatan Kerja 1 September 2026

⚠️ Informasi Penting

  • Keputusan Panitia Seleksi Rekrutmen RS Akademik UGM bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Panitia tidak mengunggah daftar nama peserta pada laman website demi menjaga kerahasiaan data pribadi peserta.
  • Peserta yang dinyatakan LULUS dan DITERIMA telah mendapatkan pemberitahuan langsung melalui WhatsApp.

🙏 Ucapan Terima Kasih

Panitia Seleksi Rekrutmen RS Akademik UGM mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas antusiasme dan partisipasi aktif yang telah diberikan selama mengikuti seluruh proses rekrutmen.

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Dokter Gigi Umum RSA UGM

📄 Download Pengumuman PDF

.

Pengumuman Hasil Seleksi Psikotes Dokter Gigi Umum

Pengumuman Thursday, 27 August 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Psikotes Dokter Gigi Umum

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) mengumumkan Hasil Seleksi Psikotes dalam rangka Rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja untuk formasi Dokter Gigi Umum dengan penempatan di Klinik Rumah Sehat UGM, berdasarkan Pengumuman Nomor 6307/UN1/RSA.1.2/SDM/KP.02.01/2026.

📢 Informasi Penting

  • Demi menjaga kerahasiaan data, panitia tidak mengunggah daftar nama peserta
    di laman website.
  • Peserta yang dinyatakan LULUS Psikotes dan berhak mengikuti tahapan
    Tes Kesehatan akan dihubungi secara langsung oleh Panitia melalui
    pesan resmi WhatsApp ke nomor yang digunakan peserta saat mendaftar.
  • Pemberitahuan kepada peserta yang lulus disampaikan pada
    Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Peserta dihimbau untuk melakukan pengecekan kotak masuk
    (Inbox) maupun folder Spam/Junk pada email
    dan memantau WhatsApp secara berkala mulai hari ini.

🩺 Pelaksanaan Tes Kesehatan

  1. Tes kesehatan dilaksanakan secara luring (tatap muka).
  2. Hari/Tanggal: Jumat, 29 Agustus 2026.
  3. Lokasi: RS Akademik UGM.
  4. Detail mengenai waktu dan lokasi ruangan akan tercantum pada
    pesan undangan yang dikirimkan melalui WhatsApp.
  5. Peserta wajib melakukan konfirmasi kehadiran melalui kontak resmi
    yang tertera pada undangan sebelum tenggat waktu yang ditentukan.
  6. Panitia tidak melayani permintaan perubahan jadwal (reschedule)
    dengan alasan apa pun.
  7. Peserta yang tidak hadir sesuai jadwal akan dinyatakan gugur.

⚠️ Waspada Penipuan

  • Seluruh tahapan seleksi rekrutmen di RS Akademik UGM tidak dipungut biaya apa pun (GRATIS).
  • RS Akademik UGM tidak bertanggung jawab atas pihak mana pun yang
    menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan uang atau keuntungan pribadi.
  • Mohon abaikan jika ada pihak eksternal di luar mitra resmi Panitia yang menghubungi
    Anda mengenai seleksi ini.

📅 Tahapan Seleksi Berikutnya

No. Tahapan Tanggal
1 Pengumuman Hasil Seleksi Psikotes 27 Agustus 2026
2 Pelaksanaan Tes Kesehatan 29 Agustus 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Psikotes Dokter Gigi Umum RSA UGM

📄 Download Pengumuman PDF

.

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Sepsis: Ketika Infeksi Yang Tampak Sederhana Menjadi Kondisi Yang Mengancam Nyawa
  • RSA UGM Raih Seva Paramahita Award untuk Pelayanan JKN
  • Dokter Spesialis Neurologi RSA UGM Selesaikan Clinical Training Program Tingkat Internasional
  • Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Dokter Gigi Umum – Klinik Rumah Sehat UGM
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada