Yogyakarta, 11 September 2026 – Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) terus berkomitmen mengembangkan kualitas dan keterampilan tenaga medis melalui clinical training program di rumah sakit berskala internasional.

Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif dr. Andre Stefanus Panggabean, Sp.N sebagai salah satu dokter spesialis Neurologi di RSA UGM dalam Clinical Training Program on Movement Disorder, Neurosonology, and Neuroimaging di Department of Neurology di National Taiwan University Hospital. Program ini berlangsung pada 3 Agustus hingga 29 Agustus 2026.
Clinical Training Program on Movement Disorder, Neurosonology, and Neuroimaging berfokus meningkatkan kompetensi dokter spesialis neurologi dalam memahami berbagai macam gangguan gerak. Melalui pembelajaran tentang gangguan gerak seperti Parkinson, distonia, dan tremor, program ini memberikan kesempatan untuk memperkuat kompetensi dalam menegakkan diagnosis Parkinson melalui pemeriksaan SPECT dan TRODAT, hingga melakukan manajemen farmakologis dan non-farmakologis seperti deep brain stimulation dan MR-Guided Focused Ultrasound.
Program ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi dan keahlian dalam neurosonologi pada kasus muskuloskeletal, neuroimaging pada kasus langka seperti cerebral amyloid angiopathy dan multiple sclerosis, juga kompetensi seputar carotid sonography dan Transcranial Doppler (TCD) serta hasil interpretasinya.
Pengalaman pembelajaran ini merupakan langkah strategis bagi RSA UGM dalam menghadirkan pelayanan di bidang neurologi yang lebih modern, berkualitas, dan berdaya saing global. Melalui proses transfer ilmu pengetahuan berskala internasional, RSA UGM berharap dapat meningkatkan layanan pemeriksaan carotid duplex dan Transcranial Doppler (TCD) pada semua pasien stroke dalam jangka waktu dekat, juga menerapkan manajemen gangguan gerak yang komprehensif dan melibatkan multidisiplin.

