• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • LIBRARY
  • RESEARCH
  • WEBMAIL
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Diklat
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Orthopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Artikel
  • Anak Gemuk = Anak Sehat?

Anak Gemuk = Anak Sehat?

  • Artikel
  • 26 December 2014, 08.30
  • Oleh: admin
  • 0
Pratiwi Dinia Sari, S.Gz
Pratiwi Dinia Sari, S.Gz

“Wah…putranya gendut ya.. Lucunya…”

Sepertinya ungkapan-ungkapan seperti itu masih sering terdengar di sekitar kita. Anggapan bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat, lucu, atau menggemaskan menjadikan kita para orangtua selalu bangga apabila memiliki anak yang gemuk. Tapi tahukah anda bahwa kegemukan atau obesitas pada anak dapat membahayakan kesehatan buah hati kita di masa dewasanya kelak?

Menurut WHO, obesitas sudah merupakan epidemi global dan menjadi problem kesehatan yang harus segera diatasi. Prevalensi obesitas pada anak meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 menunjukkan prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak sekolah (6-12 tahun) sebesar 9,2%. Di Indonesia, perubahan gaya hidup yang menjurus ke pola hidup kebarat-baratan mengakibatkan perubahan pola makan masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, lemak dan kolesterol, sehingga berdampak meningkatkan resiko obesitas.

Kapan Anak Disebut Obesitas?

Untuk menentukan anak termasuk kriteria obesitas atau tidak, dilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang kemudian dibandingkan dengan standar baku rujukan. Anak disebut obesitas apabila:

  1. Pengukuran berat badan dibandingkan tinggi badan (BB/TB) > persentile ke 95 atau Z-score ≥ + 2 SD
  2. Indeks Massa Tubuh (IMT) > persentil ke 95

body mass index

weight for age boys
weight for age girls

Apa Penyebab Obesitas Pada Anak?

  1. Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif di 6 bulan pertama kehidupannya, tetapi menggunakan susu formula
  2. Bayi yang mendapat makanan padat di usia kurang dari 6 bulan
  3. Asupan makanan berlebih yang berasal dari jenis makanan olahan serba instan, minuman soft drink, makanan jajanan seperti makanan cepat saji (burger, pizza, hot dog)
  4. Rendahnya asupan buah dan sayuran
  5. Kurangnya aktivitas fisik

Apa Dampak Obesitas Pada Anak?

  1. 26,5% bayi dan anak yang obesitas akan tetap obesitas di masa dewasanya, dan 80% remaja yang obesitas akan menjadi dewasa yang obesitas
  2. Faktor resiko penyakit kardiovaskuler, yaitu peningkatan kadar trigliserida, peningkatan kadar kolesterol LDL, peningkatan tekanan darah, serta penurunan kadar kolesterol HDL.
  3. Peningkatan resiko terkena penyakit diabetes mellitus
  4. Terbatasnya pergerakan anak sehingga menghambat dalam bermain dan berinteraksi dengan lingkungannya
  5. Faktor sosial: anak yang mengalami obesitas biasanya cenderung menjadi bahan gurauan sehingga tumbuh menjadi pribadi yang minder

Tatalaksana Obesitas Pada Anak

Dalam penanganan anak yang obesitas, selain melibatkan tenaga kesehatan (dokter, ahli gizi), juga harus mengikut sertakan keluarga dalam proses terapi. Prinsip dari tatalaksana obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan diet, peningkatan aktivitas fisik, dan mengubah/modifikasi pola hidup

1. Pengaturan diet

Prinsip pengaturan diet pada anak obesitas adalah diet seimbang karena anak masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Untuk penurunan berat badan ditetapkan berdasarkan: umur anak, derajat obesitas, dan ada tidaknya penyakit penyerta/komplikasi. Target penurunan berat badan yang dianjurkan sebesar 0,5 – 2 kg per bulan sampai mencapai berat badan ideal. Pengaturan diet sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi pada ahli gizi.

2. Pengaturan aktivitas fisik

Peningkatan aktivitas fisik mempunyai pengaruh terhadap laju metabolisme. Latihan fisik yang diberikan disesuaikan dengan tingkat perkembangan motorik, kemampuan fisik dan umur anak. Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah selama 20-30 menit per hari, minimal 3 kali seminggu.

3. Mengubah pola hidup/perilaku

Untuk perubahan perilaku ini diperlukan peran serta orang tua, dengan cara:

  • Pengawasan sendiri terhadap: berat badan, asupan makanan sesuai petunjuk ahli gizi, dan aktivitas fisik serta mencatat perkembangannya.
  • Mengontrol rangsangan untuk makan. Orang tua diharapkan dapat menyingkirkan rangsangan di sekitar anak yang dapat memicu keinginan untuk makan.
  • Mengubah perilaku makan dengan mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi, mengurangi makanan camilan, dan memberi contoh pola makan sehat.
  • Memberikan penghargaan dan hukuman.

Tidak dianjurkan konsumsi obat-obatan untuk terapi obesitas pada anak, karena efek jangka panjang yang masih belum jelas.

Pola Hidup Sehat Untuk Mencegah Obesitas Pada Anak 

  1. Konsumsi buah dan sayur minimal 5 porsi per hari
  2. Menonton TV, bermain komputer, bermain game maksimal 2 jam/hari
  3. Tidak menyediakan TV di kamar anak
  4. Mengurangi makanan dan minuman manis
  5. Mengurangi makanan berlemak dan gorengan
  6. Kurangi makan di luar
  7. Biasakan makan pagi dan membawa makanan bekal ke sekolah
  8. Biasakan makan bersama keluarga minimal 1 kali sehari
  9. Makanlah makanan sesuai dengan waktunya
  10. Tingkatkan aktivitas fisik, seperti bermain di luar rumah, bersepeda, bermain bola, berenang, dll
  11. Melibatkan keluarga dalam perbaikan gaya hidup untuk pencegahan kelebihan gizi
  12. Target penurunan berat badan yang sehat

 

Pratiwi Dinia Sari, S.Gz
Instalasi Gizi RS UGM

Tags: Gizi

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Mewujudkan Gizi Optimal dengan Pangan Lokal bagi Generasi Emas
  • Tata Tertib Publikasi Kegiatan Magang dan Penelitian SIRS & TI RSA UGM
  • Peran RSA UGM dalam Pemulihan Infrastruktur Kritis dan Layanan Medis di Aceh Utara Pasca-Bencana
  • Remisi Pada Diabetes Tipe 2
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY