
Gunungkidul, 18 September 2025 – Forum Komunikasi (Forkom) Code Stroke digelar melalui kerja sama Academic Health System (AHS) UGM, Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM), dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan layanan deteksi dini, rujukan cepat, dan tata laksana stroke di wilayah Gunungkidul.
Pentingnya Sistem Code Stroke
Acara dibuka oleh Direktur AHS UGM, dr. Haryo Bismantara, MPH. Ia menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam layanan kesehatan.
Menurutnya, stroke membutuhkan penanganan cepat pada golden period. Karena itu, sistem Code Stroke sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa sekaligus mencegah kecacatan.
Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan di Gunungkidul
Dr. Farida Niken Astari, M.Sc., Sp.N. menyoroti kondisi layanan stroke di Gunungkidul. Saat ini terdapat 9 rumah sakit dengan fasilitas CT Scan, namun pemanfaatannya belum optimal.
“Melalui forum ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta untuk terapi stroke. RSUD Wonosari dan rumah sakit di Gunungkidul sudah siap memberikan layanan sesuai guideline,” jelasnya.
Pencegahan dan Edukasi
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menekankan pentingnya pencegahan faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Forum ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi tenaga kesehatan primer dan kader kesehatan agar mampu mendeteksi gejala stroke sejak dini serta melakukan rujukan cepat.
Materi Ilmiah dalam Forum
Sejumlah narasumber menyampaikan materi terkait berbagai aspek penanganan stroke:
-
dr. Fajar, Sp.N. → deteksi dini & rujukan cepat.
-
dr. Andre Stefanus Panggabean, Sp.N. → peran layanan primer & kader.
-
dr. Sili Putri Adisti, Sp.N. → implementasi Code Stroke di RSUD Wonosari.
-
dr. Yoga Rossi, Sp.N. → rehabilitasi medis, dukungan psikososial, dan reintegrasi sosial.
-
dr. Farida Niken Astari, M.Sc., Sp.N. → konsep neurorestorasi sebagai pemulihan sejak dini.
Komitmen Jangka Panjang
Forum ini menghasilkan kesepahaman bahwa penanganan stroke tidak berhenti di fase akut. Dukungan berkelanjutan diperlukan, mulai dari deteksi dini, penanganan hiperakut di rumah sakit, hingga rehabilitasi jangka panjang.
“Recovery is not a destination but a journey, and we all walk together,” tegas dr. Yoga Rossi, Sp.N.

Harapan ke Depan
Melalui Forkom Code Stroke, diharapkan lahir:
-
Sistem rujukan terpadu.
-
Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader.
-
Inovasi kebijakan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
Upaya bersama ini ditargetkan mampu menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke di Gunungkidul. Lebih jauh, forum ini diharapkan menjadi model penanganan stroke bagi daerah lain di Indonesia.