• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • LIBRARY
  • RESEARCH
  • WEBMAIL
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Diklat
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Orthopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Artikel
  • Refleksi Hari Perawat Nasional

Refleksi Hari Perawat Nasional

  • Artikel, Edukasi
  • 17 March 2026, 10.16
  • Oleh: admin
  • 0

Oleh: Rizki Puji Agustin, S.Kep, Ners, M.Sc

Sumber: RSA UGM, 2025

Setiap tanggal 17 Maret, Indonesia memperingati Hari Perawat Nasional Indonesia, sebuah momentum untuk menghargai dedikasi, ketangguhan, dan komitmen para perawat yang setiap hari berada di garis terdepan pelayanan kesehatan. Bagi perawat di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, peringatan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah pengingat tentang makna profesi yang dijalani: menjaga mutu pelayanan keperawatan, membimbing perawat generasi masa depan, serta terus mengembangkan ilmu melalui penelitian sebagai bagian dari semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kami adalah Perawat.

Dan untuk Anda, kami melakukan semua ini.

 Kami bekerja dengan caring.

Bagi kami, caring bukan sekadar istilah dalam buku keperawatan. Caring adalah cara kami memandang manusia secara utuh, dengan segala kompleksitas tubuh, pikiran, dan perasaannya.

 Setiap hari kami berhadapan dengan tubuh manusia.

Kami mengamati, mendengarkan, dan merasakan bagaimana tubuh bekerja. Bagaimana sel, jaringan, otot, organ, hingga sistem tubuh saling terhubung membentuk kehidupan. Dari sana kami belajar mengenali tanda-tanda yang sangat halus: kapan tubuh berada dalam kondisi sehat, dan kapan sesuatu mulai berubah. Melakukan monitoring adalah salah satu kegiatan utama kami.

 Kami juga berhadapan dengan penyakit.

Kami melihat bagaimana penyakit mencoba mengganggu keseimbangan tubuh manusia. Kami mempelajari bagaimana ia muncul, berkembang, dan memengaruhi kehidupan seseorang. Dengan memahami pola dan mekanismenya, kami berupaya membantu menghentikannya atau setidaknya memperlambat perkembangannya demi menjaga kehidupan yang sedang kami rawat.

Kami merawat dengan berbagai cara.

Delegasi pemberian obat, asistensi tindakan medis, monitoring terapi, sentuhan yang menenangkan, kata-kata yang memberi harapan, kesabaran, dan perhatian. Tidak jarang, penyembuhan tidak hanya datang dari terapi obat. Tubuh manusia membutuhkan dukungan emosional, rasa aman, dan waktu untuk pulih. Di situlah kami hadir, menjaga agar semua itu tetap ada.

Kami memahami gerakan tubuh.

Kami mengenali bagaimana tubuh bergerak ketika sehat, dan bagaimana gerakan itu berubah ketika terjadi gangguan. Cara seseorang duduk, berjalan, atau bahkan bernapas dapat memberi petunjuk penting. Kadang, menyelamatkan nyawa dimulai dari hal sederhana: mengubah posisi tubuh agar napas lebih lega, agar aliran darah tetap lancar, agar oksigen sampai ke seluruh tubuh. Tidur dengan posisi seperti bayi tidak hanya dilakukan saat patah hati, posisi tersebut adalah mekanisme koping secara fisik dan bisa menyelamatkan jiwa.

Kami bekerja berlandaskan ilmu pengetahuan.

Biologi, kimia, fisiologi, farmakologi, hingga teknologi kesehatan menjadi bagian dari praktik kami. Dalam dunia keperawatan, ketelitian adalah keharusan. Satu kesalahan kecil dapat membawa dampak besar. Karena itu, setiap tindakan harus dilakukan dengan pengetahuan yang kuat dan tanggung jawab profesional.

Kami juga belajar dari sejarah.

Sejarah penyakit, perkembangan alat medis, hingga evolusi praktik keperawatan. Dari masa lalu itulah kami memahami bagaimana dunia kesehatan dan keperawatan berkembang agar pelayanan yang kami berikan hari ini menjadi lebih baik, dan masa depan menjadi lebih maju.

Kami menghormati keberagaman budaya.

Setiap pasien datang dengan latar belakang yang berbeda. Perbedaan nilai, keyakinan, kebiasaan, dan cara pandang terhadap kesehatan. Memahami semua itu membantu kami merawat manusia secara utuh, bukan sekadar menangani penyakitnya.

Kami bekerja dengan etika.

Dalam dunia kesehatan, tidak semua keputusan bersifat hitam atau putih. Ada situasi sulit yang menuntut pertimbangan cepat namun tetap bijaksana. Ada janin yang harus diterminasi demi menyelamatkan ibunya, ada momen kami berlari melakukan resusitasi pada remaja yang henti jantung di saat yang sama dengan kami diam memberi ruang saat eyangmu meninggal. Kami harus menyeimbangkan nilai kemanusiaan, keselamatan pasien, dan tanggung jawab profesional dalam setiap keputusan yang diambil.

Kami mengenali warna-warna.

Merah, kuning, dan hitam bagi kami bukan sekadar warna. Ketika kami mengatakan Anda “merah”, waspadalah. Itu bisa berarti kondisi Anda sangat serius. Hitam bisa berarti kematian. Hijau bukan tentang rasa iri, dan biru jauh lebih dari sekadar kesedihan. Putih juga bukan hanya warna dinding rumah sakit; bisa jadi itu katarak di mata Anda, atau bayangan putih di paru-paru pada hasil pemeriksaan. Bagi kami, semuanya tentang warna. Karena pada akhirnya dalam dunia kesehatan tidak semuanya hitam dan putih saja.

Kami memahami komunikasi manusia.

Kami melihat dinamika hubungan dalam keluarga, emosi yang tersembunyi, dan bagaimana seseorang menghadapi penyakitnya. Perubahan warna kulit, ekspresi wajah, bahasa tubuh, bahkan keheningan seseorang dapat menjadi informasi penting. Kadang seseorang berkata “saya baik-baik saja,” tetapi tubuhnya menyampaikan cerita yang berbeda. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tubuh, tetapi juga dengan pikiran, emosi, dan hubungan sosial.

Kami juga akrab dengan diam.

Ada keheningan ketika rasa sakit akhirnya mereda. Ada pula keheningan ketika kehidupan perlahan meninggalkan seseorang. Kami hadir dalam kedua momen itu, baik dalam kebahagiaan maupun dalam kehilangan.

Kami mengenal rasa sakit dengan sangat dekat.

Tugas kami sering kali adalah mengurangi rasa sakit. Namun dalam beberapa keadaan, kami juga harus melakukan tindakan yang menimbulkan ketidaknyamanan demi proses penyembuhan. Di balik setiap keluhan, air mata, atau kemarahan pasien, kami melihat satu hal yang sama: seseorang yang sedang berjuang.

Kami bekerja melawan waktu.

Beberapa detik dapat menentukan hidup atau mati. Beberapa menit dapat menentukan apakah otak seseorang akan selamat. Berapa menit tubuh pasien akan bereaksi jika dia alergi. Ada pula pasien yang kami dampingi selama bertahun-tahun dalam perjalanan pemulihan mereka. Waktu selalu menjadi bagian dari setiap keputusan yang kami buat.

Kami juga memahami sistem kesehatan.

Kami bekerja dalam tim, berkolaborasi dengan berbagai profesi, mengelola sumber daya, dan memastikan pelayanan tetap berjalan dengan aman dan efektif. Kami bukan hanya bagian dari sistem kesehatan, kami adalah penggeraknya.

Kami memimpin dengan melayani.

Kami membersihkan luka, membantu pasien makan, merapikan tempat tidur, menenangkan keluarga, dan menjaga pasien sepanjang malam. Hal-hal kecil yang sering tidak terlihat itu justru menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.

Namun kami bukan sekadar “membantu”.

Kami adalah advokat pasien. Kami adalah pendidik. Kami adalah mitra dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Kami berdiri di garis terdepan pelayanan kesehatan. Kami hadir di rumah sakit, klinik, puskesmas, komunitas, hingga daerah terpencil yang sulit dijangkau layanan kesehatan. Di mana pun masyarakat membutuhkan perawatan, di situlah kami berada.

Kami adalah perawat.

Dan setiap hari, dengan ilmu, keterampilan, empati, serta dedikasi, kami menjalankan satu prinsip yang menjadi inti profesi kami: ilmu dan seni dalam caring.

Untuk Anda.

Untuk keluarga Anda.

Untuk masyarakat.

Salam friendly and caring dari kami,

Perawat Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada.

Tags: hari perawat perawat rsa ugm yogyakarta

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Refleksi Hari Perawat Nasional
  • Tips Cerdas Memilih Makanan Ditengah Hidangan Yang Melimpah
  • Gerai ZIS RSA UGM Berbagi Sembako untuk Keluarga Pasien Dhuafa di Bulan Ramadhan
  • Superflu: Waspada Namun Tidak Perlu Panik
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY