Oleh: dr. Wikan Kurniawan, Sp. U
APAKAH RUPTUR/ROBEKAN KANDUNG KEMIH?
Ruptur kandung kemih adalah kondisi robeknya dinding kandung kemih akibat benturan keras atau trauma pada perut bagian bawah. Kondisi ini termasuk gawat darurat medis yang perlu penanganan cepat, karena bisa menyebabkan kebocoran urin dan infeksi serius jika tidak segera ditangani. Misalnya akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau benturan keras pada perut bagian bawah.
Kondisi ini sering terjadi bersamaan dengan fraktur panggul dan dapat menyebabkan kebocoran urin ke rongga peritoneum atau jaringan sekitar, sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti peritonitis urinosa atau sepsis bila tidak segera ditangani.

APAKAH BERBAHAYA?
Ya, ruptur kandung kemih merupakan kondisi gawat darurat yang dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Robekan dapat terjadi intra-peritoneal (menembus rongga perut) maupun ekstra-peritoneal (terbatas di luar rongga perut). Keduanya membutuhkan diagnosis cepat dan penanganan segera, baik dengan tindakan pembedahan maupun pemasangan kateter tergantung jenis dan luas robekan. Keterlambatan terapi dapat meningkatkan risiko komplikasi berat dan kematian.
APA SAJA GEJALANYA?
Gejala ruptur kandung kemih dapat bervariasi tergantung jenis dan luas robekan, namun beberapa tanda klinis yang sering muncul antara lain:
- Tidak dapat berkemih atau hanya keluar sedikit urin
Akibat aliran urin yang bocor ke rongga perut atau jaringan sekitar, bukan ke uretra seperti biasanya. - Nyeri perut bagian bawah atau panggul
Rasa nyeri ini dapat disertai perut terasa tegang atau kembung, terutama bila terjadi kebocoran intra-peritoneal. - Hematuria (kencing berdarah)
Merupakan salah satu tanda paling sering, mulai dari urin kemerahan hingga tampak darah jelas pada kateter.

Selain itu, pada kasus berat dapat muncul tanda-tanda peritonitis (misalnya nyeri tekan hebat dan kaku perut), distensi abdomen, serta tanda syok seperti tekanan darah menurun dan nadi cepat, terutama bila perdarahan atau kebocoran urin berlangsung lama tanpa penanganan.
PENEGAKAN DIAGNOSISNYA BAGAIMANA?
Berdasarkan Pedoman Ikatan Ahli Urologi Indonesia, Diagnosis rupture buli ditegakkan dengan CT-cystography atau retrograde cystography. Kedua pemeriksaan ini penting untuk menentukan lokasi dan tipe ruptur, yang selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan tatalaksana (konservatif atau operatif).
JIKA MEMANG TERJADI RUPTURE/ ROBEKAN KANDUNG KENCING BAGAIMANA?


BAGAIMANA MENCEGAH AGAR TIDAK TERJADI RUPTUR/ROBEKAN KANDUNG KENCING?
Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, risiko terjadinya ruptur kandung kemih dapat dikurangi dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
- Selalu menggunakan sabuk pengaman saat berkendara
- Menghindari mengemudi dalam kondisi mengantuk
- Menggunakan pelindung saat olahraga atau bekerja dengan risiko trauma
Langkah-langkah pencegahan ini sederhana namun sangat penting untuk menurunkan insiden cedera serius yang dapat menyebabkan ruptur kandung kemih dan komplikasi lanjutannya.
