Yogyakarta, 24 Oktober 2024 – Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RS Akademik UGM) berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang PERSI Awards 2024 dengan kategori Health Services During Crisis. Prestasi ini diraih melalui karya inovatif mereka yang berjudul Tali Jiwo, sebuah program pemberdayaan mahasiswa dalam konsep Health Promoting University yang secara khusus fokus pada penguatan sistem rujukan kesehatan mental dan upaya pencegahan bunuh diri di lingkungan kampus.
Penulis: dr. Samalalita Rahmatina, Editor: dr. Fita Wirastuti, M.Sc., SpA
Mengenal Pneumonia Pada Anak – Pneumonia masih merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak di dunia. Bersama diare penyakit ini menyebabkan 29% kematian pada anak usia kurang dari 5 tahun, dan menyebabkan kematian 2 juta anak tiap tahunnya. Data Indonesia menunjukkan hasil yang serupa, pneumonia menjadi 14.5% penyebab kematian pada anak kelompok usia 29 hari – 11 bulan. Angka prevalensi pneumonia pada tahun 2020 mencapai 3,4 per 100 balita. Data tahun 2011 – 2021, tingkat kematian balita karena pneumonia cenderung fluktuatif dengan CFR tertinggi di tahun 2013 (1,19%), sementara terendah yaitu CFR 0,08% di tahun 2014 dan 2018.
Silahkan untuk dapat mengisi Google Form dengan link berikut : ugm.id/RekrutmenRSAUGM, syarat dan kualifikasi terlampir seperti gambar diatas.
Silahkan untuk dapat mengisi Google Form dengan link berikut : ugm.id/RekrutmenRSAUGM, syarat dan kualifikasi terlampir seperti gambar diatas.
Silahkan untuk dapat mengisi Google Form dengan link berikut : ugm.id/RekrutmenRSAUGM, syarat dan kualifikasi terlampir seperti gambar diatas.
Oleh: drg. Retno hayati Alchusnah | Editor: Dewi Sarastuti, SKM, MPH
Bagaimana Kondisi Pengelolaan Sampah di Yogyakarta?
Produksi sampah setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat. Namun masalah sampah tak kunjung usai di Propinsi DIY, bahkan sudah memasuki tahap darurat karena penanganannya tidak kunjung usai. Pengelolaan sampah yang baik dapat berkontribusi untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan/ SDG’s goals (ketersediaan air bersih dan sanitasi layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab terhadap sampahnya, serta penanganan perubahan iklim) karena sampah merupakan isu multisektor yang berdampak pada berbagai aspek di masyarakat dan juga ekonomi.
Monkeypox atau yang saat ini dikenal dengan Mpox merupakan infeksi virus zoonosis yang disebabkan oleh virus Monkeypox (MPXV), anggota dari genus Orthopoxvirus. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada monyet pada tahun 1958 di Denmark, dengan kasus pertama pada manusia dilaporkan pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.
Kunjungan ini dihadiri oleh seluruh Direksi RSA UGM, yaitu Direktur Utama Dr. dr. Darwito, SH, SpB (K) Onk, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Ade Febrina L, M.Sc., Sp.A.(K), Direktur SDM Prof. Ika Puspitasari, M.Si., Ph.D, dan Direktur Keuangan Singgih Wijayana, Ph.D., M.Sc. CA., Akt, CACP, CRMPA, serta seluruh pejabat terkait di RSA UGM.
Dalam kunjungan ini, Tim Visitasi Kementerian Kesehatan RI yaitu dr. Muhamad Riki Iqbal, MH.Kes , Dini Rahmadian Dewi Rahayu, S.Kp., M.HSM, Friskania Devi Rosanti, SKM , dan Wisnu Kus Setiawan, Amd.
RSA UGM telah mengembangkan layanan health tourism sejak tahun 2022, dengan pengembangan ulang yang dimulai pada bulan Februari 2024. Layanan unggulan yang menjadi andalan dalam health tourism di RSA UGM antara lain Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD), Endovenous Laser Ablation (EVLA), Total Knee Replacement, Total Hip Replacement, Laparoscopy, dan Medical Check Up. Untuk layanan wellness, RSA UGM telah mengembangkan Modified Relaxation Therapy yang menjadi keunggulan tersendiri.
Pelayanan unggulan tersebut didukung oleh kelengkapan dokumen perizinan serta dokumen pelengkap lainnya sesuai standar penetapan Rumah Sakit Wisata Medis oleh Kemenkes. RSA UGM juga telah mempersiapkan sumber daya manusia, fasilitas, serta sarana dan prasarana yang mampu bersaing, guna mencegah pasien dalam negeri berobat ke luar negeri serta menarik minat pasien luar negeri untuk berobat di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.Proses penilaian tersebut meliputi kunjungan lapangan yang mengikuti alur layanan unggulan, wawancara dengan petugas terkait, observasi fasilitas, sarana, dan prasarana serta pengecekan dokumen sesuai persyaratan.
Hasil dari kunjungan ini secara umum menunjukkan bahwa dokumen perizinan dan persyaratan lainnya telah memenuhi syarat dengan sedikit revisi redaksional. Hasil wawancara dan observasi lapangan menunjukkan bahwa masih diperlukan penambahan staf yang mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan penyediaan jasa penerjemah untuk pasien dari luar negeri. Informasi terkait tarif sebaiknya jelas dan dapat ditanggung oleh asuransi luar negeri. Kerjasama dengan rumah sakit luar negeri akan sangat bermanfaat untuk rujukan serta koordinasi terkait pasien dari luar negeri.
RSA UGM terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas demi mendukung pengembangan health tourism di Indonesia, serta berkontribusi dalam mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata medis internasional.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
[Informasi Kontak RSA UGM]
+62 811-2844-774 (Health Tourism and Wellness)
Pada kesempatan ini, RSA UGM menyediakan pemeriksaan antropometri yang meliputi pengukuran massa otot, usia sel, dan body fat. Selain itu, tersedia juga konsultasi gratis dengan ahli gizi. Pemeriksaan ini disediakan sebagai fasilitas gratis untuk mendukung tindakan preventif masyarakat agar lebih memperhatikan asupan gizi untuk kesehatan tubuh. Hal ini menjadi salah satu bagian dari bentuk wellness yang paling sederhana, yakni menghindari berbagai bentuk penyakit dengan kesadaran diri sendiri.
Isu yang tengah berkembang di masyarakat saat ini adalah konsumsi makanan cepat saji yang dinilai kurang sehat. Pola hidup yang menuntut kecepatan serta tekanan lingkungan membuat potensi penyakit mental maupun fisik semakin besar. Salah satu bentuk tindakan preventif yang ditawarkan oleh RSA UGM adalah screening kesehatan badan serta promosi konsumsi makanan dan minuman sehat.
Selain pemeriksaan antropometri dan konsultasi dengan ahli gizi, RSA UGM juga menawarkan berbagai makanan dan minuman sehat, antara lain jamu tradisional, telur omega, dan bahan makanan organik lainnya. Masyarakat tampak antusias mencoba dan membeli produk organik yang ditawarkan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap gaya hidup sehat.
Dengan partisipasi dalam kegiatan Kotabaru Ceria, RSA UGM terus berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya preventif kesehatan di masyarakat. Kerja sama antara RSA UGM dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. (Health Tourism)
Kegiatan yang berlangsung pada 15 Juni 2024 ini merupakan upaya serius RSA UGM dalam mengembangkan konsep wellness tourism di Yogyakarta. Acara ini juga menunjukkan kerjasama yang baik antara RSA UGM dan Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa. Acara dimulai dengan prosesi pelepasan benih ikan nila seberat 100kg di Waduk Sermo, Kulon Progo, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) RSA UGM. Pelepasan benih ikan ini dilakukan sebelum dimulainya funbike Tur de Van Der Wijck. Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.Onk, bersama Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang mewakilkan, Direktur Eksekutif AHS UGM Dr. dr. Sudadi, Sp.An., KNA., KAR, serta Direktur Operasional Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa, Santi Vita Nurrohmah, turut hadir dalam acara pembukaan tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersepeda, mendukung wellness tourism Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus sebagai bentuk komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan. Pelepasan benih ikan nila sejumlah 100 kg merupakan langkah kecil yang kami harapkan dapat memberikan manfaat besar bagi ekosistem di Waduk Sermo,” ujar Dr. Darwito.
Funbike mengedepankan konsep wellness ini akan digelar secara rutin per tahun, kali ini dengan rute menyusuri Selokan Mataram atau Van Der Wijck Yogyakarta, dan berakhir di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa. Di garis finish, para peserta disambut dengan fasilitas Medical Check Up serta Modified Relaxation Therapy, sebuah terapi kejiwaan yang dikembangkan oleh RSA UGM.
“Kolaborasi dengan RSA UGM dalam acara ini sangat luar biasa. Kami senang dapat berperan serta dalam mempromosikan wellness tourism di Yogyakarta, sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta funbike,” kata Santi Vita Nurrohmah, Direktur Operasional Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa.
RSA UGM berharap bahwa acara ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan lebih lanjut dari program wellness tourism dan menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan lingkungan.
Instalasi Hukum dan Pemasaran RS Akademik UGM
CP : +62 811-2844-774