
Sleman, 13 Mei 2026 – Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM) menandatangani adendum kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Sleman pada Rabu (13/5) di Ruang Direksi RSA UGM. Melalui kerja sama ini, RSA UGM akan menanggung iur BPJS bagi 1.000 peserta BPJS nonaktif yang kurang mampu.
Sebelumnya, RSA UGM telah berkomitmen untuk memberikan bantuan donasi iur kepada 570 peserta BPJS Kesehatan yang berstatus nonaktif. Namun, setelah dikaji ulang, total jumlah penerima bantuan ditambah menjadi 1.000 peserta.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian RSA UGM terhadap peserta BPJS Kesehatan yang berstatus nonaktif tetapi memerlukan penanganan medis secara berkelanjutan. Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B.Subsp.Onk. (K), menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah krusial terutama bagi pasien yang tengah menjalani perawatan hemodialisis, pengobatan kanker, dan jantung.
Kepala BPJS Kesehatan Sleman, drg. Irfan Qadarusman, menyampaikan bahwa jumlah peserta BPJS Kesehatan yang berstatus nonaktif di Kabupaten Sleman masih sekitar 15 persen.
Menanggapi hal tersebut, RSA UGM telah menyiapkan anggaran sekitar Rp35 juta per bulan yang dialokasikan dari efisiensi internal dan pos CSR. Dana ini akan diprioritaskan untuk warga Sleman yang sedang aktif menjalani pengobatan di RSA UGM tetapi terkendala iuran BPJS. Nantinya, RSA UGM dapat memverifikasi dan mendaftarkan pasien dengan kepesertaan nonaktif agar segera aktif kembali.
Melalui kerja sama ini, RSA UGM berharap mampu mendorong instansi lain untuk berpartisipasi dalam program donasi iuran JKN, sekaligus menekan angka kematian dan kesakitan pada pasien peserta BPJS yang saat ini berstatus nonaktif. (Hukmas RSA UGM)
