• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • RESEARCH
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Pendidikan Pelatihan
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Srikandi 1
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Ortopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Karir
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Home
  • Artikel

Pendampingan Bagi Pasien Diabetes Melitus

  • Artikel
  • 22 April 2025, 14.53
  • Oleh : admin

Oleh: dr. Ali Baswedan, Sp. PD., KEM-D

Diabetes melitus (DM) masih merupakan masalah kesehatan utama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama sepuluh tahun terakhir, tingkat penyebaran DM di Provinsi DIY selalu di atas rata-rata Nasional. Data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2023 menunjukkan peningkatan penyebaran DM di DIY menjadi 2,9%. Sebelumnya, pada tahun 2018 sebesar 2,4% dan 2013 sebesar 2,6%. Sementara itu, angka penyebaran DM secara Nasional hanya berada di kisaran 1,5%–1,7% dalam satu dekade terakhir.

Peningkatan kasus DM di DIY ini tidak lepas dari gaya hidup masyarakat yang kurang sehat, selain faktor genetika, ras, dan demografi. Pola makan yang cenderung tinggi karbohidrat namun minim konsumsi sayur dan buah menjadi pemicu utama kenaikan kadar gula darah. Di sisi lain, kurangnya aktivitas fisik/olahraga, memperburuk kondisi ini. Sebab, olahraga rutin berperan penting sebagai “mesin pembakar” gula darah. Akibatnya, individu yang semula berada dalam tahap prediabetes akhirnya berkembang menjadi DM.

Perubahan Gaya Hidup

Untuk mengendalikan DM, sangat penting bagi diabetisi “memutar balik” gaya hidupnya. Mereka perlu menjaga pola makan yang seimbang serta rutin melakukan olahraga, minimal 30 menit setiap hari. Pedoman Internasional tentang penanganan DM menyebutkan bahwa langkah awal dalam mengelola DM tanpa komplikasi adalah perubahan gaya hidup, bukan langsung terapi obat penurun gula darah. Pedoman ini menetapkan jangka waktu tiga bulan untuk melakukan perubahan gaya hidup, sebelum mempertimbangkan terapi farmakologis.

Namun, mengubah gaya hidup bukanlah hal yang semudah “mengedipkan mata”. Gaya hidup adalah hasil kebiasaan yang telah terpatri melalui perilaku berulang-ulang dan lama. Bagaimana mungkin hal seperti itu bisa dirubah dalam waktu singkat ? Oleh karena itu, diabetisi membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, seperti dokter, ahli gizi, psikolog, dan edukator diabetes, selain dukungan keluarga. Peran mereka bukan hanya sekedar memberikan arahan, tetapi juga menjadi motivator utama, khususnya dokter. Selain itu, niat dan kesungguhan hati diabetisi untuk “memutar balik” gaya hidupnya merupakan salah satu kunci keberhasilan.

Peran Pendampingan  

Pedoman Internasional tentang penanganan DM tersebut di atas menetapkan waktu tiga bulan sebagai batas evaluasi perubahan gaya hidup. Batas waktu ini sebenarnya cukup singkat. Padahal, perubahan gaya hidup harus diterapkan secara berkelanjutan tanpa batasan waktu. Oleh sebab itu, pendampingan bagi diabetisi menjadi aspek yang sangat penting agar upaya perubahan gaya hidup berlangsung secara berkelanjutan.

Pendampingan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun institusi, seperti Puskesmas, Klinik, atau Rumah Sakit. Prinsip utama dalam pendampingan adalah komunikasi yang intensif antara pendamping dan diabetisi. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti telepon seluler. Komunikasi ini mencakup berbagai topik, mulai dari pilihan camilan yang sehat hingga cara mengatasi lonjakan kadar gula darah.

Sebagai contoh, diabetisi dapat menghubungi pendamping saat menghadapi masalah seperti alat suntik insulin yang macet atau persediaan obat yang habis. Mereka juga bisa melaporkan perubahan fisik seperti munculnya luka, gatal di area suntikan, demam, flu dan sebagainya.  Pendamping kemudian akan memberikan solusi terbaik sesuai kondisi pasien.

Selain itu, komunitas seperti PERSADIA (Perkumpulan Penderita Diabetes Indonesia) juga dapat menjadi wadah yang efektif untuk berbagi pengalaman. Dalam komunitas ini, diabetisi dapat saling memberikan dorongan moral serta berbagi tips praktis yang relevan. Di samping itu, kegiatan edukasi yang sering dilakukan oleh PERSADIA, seperti seminar kesehatan dan lokakarya pola hidup sehat, dapat membantu memperluas wawasan diabetisi tentang cara mengelola DM secara mandiri dan efektif.

Dengan pendampingan yang tepat dan konsisten, diabetisi mampu mengelola penyakitnya dengan lebih baik. Hasil yang diharapkan ialah kualitas hidup diabetisi meningkat. Pendampingan yang berkesinambungan juga diharapkan mampu menciptakan kesadaran kolektif di masyarakat tentang pentingnya mencegah DM sejak dini. Hal ini sekaligus memberikan kontribusi penting dalam upaya menurunkan angka penyebaran DM, khususnya di Provinsi DIY.

Tags: Diabetes dokter gula darah

Related Posts

Diabetes Dapat Berujung Pada Cuci Darah (Hemodialisis)

ArtikelPenyakit Dalam Kamis, 30 April 2026

Oleh: dr. Putu Kusumarini, MPH,Sp.PD-KGH | Dian Kusumawati, S.Kep.,Ners, | Dyah Ratnaningrum,S.Kep.,Ners Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Remisi Pada Diabetes Tipe 2

ArtikelDiabetes Rabu, 17 Desember 2025

Oleh: dr. Ali Baswedan, Sp. P.D. KEM-D Lereng Merapi, 24 November 2025. Selama puluhan tahun banyak orang beranggapan bahwa diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang berlangsung “seumur hidup”.

Jelang Masuk Sekolah, Penuhi Hak Anak untuk Sehat Lewat Imunisasi

Berita Selasa, 15 Juli 2025

Salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan anak adalah melalui imunisasi. Imunisasi biasanya diberikan sebelum anak-anak memasuki usia sekolah, lalu dilanjutkan dengan imunisasi pada usia sekolah khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Efek Metformin Pada Libido : Antara Manfaat Dan Potensi Risiko

ArtikelPenyakit Dalam Senin, 14 Juli 2025

Oleh: dr. Ali Baswedan, Sp.PD., KEM-D Metformin telah lama menjadi tulang punggung pengobatan Diabetes tipe 2. Selain efektivitasnya dalam menurunkan kadar gula darah, metformin juga terbukti memberikan perlindungan pada jantung dan ginjal.

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Dokter Umum – Klinik Korpagama
  • Pengumuman Hasil Seleksi Tes Tertulis, Psikotes, dan Wawancara Dokter Umum – Klinik Korpagama
  • Waspada Influenza A & Deteksi Cepat Influenza A di RSA UGM
  • Melihat Malnutrisi dari Balik Pintu Ruang Rawat Inap
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada