• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • RESEARCH
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
  • KEBIJAKAN PRIVASI
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Pendidikan Pelatihan
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Srikandi 1
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Ortopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Karir
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Home
  • Artikel

Peran Perawat dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan Intensif

  • Artikel
  • 7 Januari 2015, 15.15
  • Oleh : admin
Ners Rumah Sakit UGM
Ners Rumah Sakit UGM
Husna Yulianingsih, S.Kep., Ners

Instalasi Rawat Intensif atau unit perawatan intensif adalah suatu unit perawatan di Rumah Sakit yang khusus mengelola pasien dalam kondisi kritis atau sakit berat, cedera dengan penyulit yang mengancam jiwa, yang membutuhkan tenaga terlatih dengan didukung oleh peralatan khusus . Menurut Te Oh (1990), ICU adalah ruang rawat rumah sakit dengan staf dan perlengkapan khusus ditujukan untuk mengelola pasien dengan penyakit, trauma atau komplikasi yang mengancam jiwa.

Untuk memberikan pelayanan yang bermutu pada pasien rawat intensif, dibutuhkan kerjasama antara profesi dokter, perawat, apoteker, radiografer, analis kesehatan, ahli gizi, fisioterapis, biomedis dan staf pendukung medis di Rumah Sakit. Dalam memberikan pelayanan pada pasien kritis, peran perawat cukup besar untuk mengelola pasien dan bersinergi dengan profesi lain untuk menghasilkan pelayanan yang berkualitas.

Pelayanan keperawatan di ICU merupakan pelayanan yang diberikan kepada pasien dalam kondisi kritis yang mengancam jiwa, sehingga harus dilaksanakan oleh tim terlatih dan berpengalaman di ruang perawatan intensif.

Tujuan keperawatan intensif sesuai Standar Pelayanan Keperawatan di ICU (Dep. Kes. RI , 2006) adalah :

  1. Menyelamatkan nyawa
  2. Mencegah terjadinya kondisi memburuk dan komplikasi melalui observasi dan monitoring yang ketat, disertai kemampuan menginterpretasikan setiap data yang didapat dan melakukan tindak lanjut
  3. Meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempertahankan kehidupan
  4. Mengoptimalkan kemampuan fungsi organ tubuh pasien
  5. Mengurangi angka kematian dan kecacatan pasien kritis dan mempercepat proses penyembuhan pasien

Untuk mencapai tujuan tersebut, perawat di unit perawatan intensif perlu bekal ilmu dan pengalaman yang cukup, sehingga kompeten dalam penanganan pasien kritis. Kompetensi teknikal perawat merupakan kompetensi tidak terbatas pada kemampuan melakukan tindakan keperawatan namun lebih penting adalah keterampilan mendapatkan data yang valid dan terpercaya serta keterampilan melakukan pengkajian fisik secara akurat, keterampilan mendiagnostik masalah menjadi diagnosis keperawatan, keterampilan memilih dan menentukan intervensi yang tepat (Rosjidi & Harun, 2011).

Selain mampu melakukan asuhan keperawatan pada pasien kritis, perawat di unit perawatan intensif juga dituntut untuk mampu menjaga mutu pelayanan yang berkulitas. Dalam menjaga mutu pelayanan di unit perawatan intensif, fungsi dan peran perawat sangat besar, karena proses perawatan pasien diantaranya dengan observasi kondisi pasien secara ketat yang dilakukan oleh perawat. Beberapa peran perawat dalam menjaga mutu pelayanan intensif yaitu : mencuci tangan setiap five moment berinteraksi dengan pasien, mampu mengatasi pasien dalam keadaan gawat secara cepat, menjaga kesterilan setiap alat invasive yang terpasang pada pasien, memonitor pasien yang terpasang alat invasif, mengubah posisi pasien yang tirah baring lama, menjaga keamanan pasien yang beresiko jatuh, merawat pasien dengan luka post operatif, menjaga kesterilan saat melakukan suctioning pada pasien dengan ventilasi mekanik serta memelihara kesterilan selang pada mesin ventilator. Apabila semua staf perawat dapat melaksanakan perannya dengan, mutu pelayanan unit perawatan intensif seperti dibawah ini dapat terjamin :

  1. Memberikan respon time yang cepat dalam penanganan kegawatan
  2. Mencegah terjadinya dekubitus
  3. Menurunkan resiko jatuh
  4. Mencegah terjadinya infeksi akibat kateter vena perifer
  5. Mencegah terjadinya infeksi akibat kateter vena sentral
  6. Mencegah terjadinya infeksi atau reaksi alergi akibat transfusi
  7. Mencegah terjadinya infeksi luka operasi
  8. Mencegah terjadinya infeksi saluran kencing akibat pemasangan catheter urin
  9. Mencegah terjadiya ventilator acquired pneumonia

Kompetensi perawat dalam penanganan pasien kritis dan menjaga mutu pelayanan ini tidak hanya membutuhkan ilmu dan pengalaman yang cukup, namun juga tingkat kepedulian dalam merawat pasien dengan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi perawat dengan pasien, keluarga pasien serta profesi atau unit lain. Perawat wajib berkomunikasi dengan pasien sadar maupun yang tidak sadar pada saat melakukan tindakan keperawatan dan komunikasi penting dilakukan dalam penentuan tingkat kesadaran pasien. Kepada pihak keluarga, perawat perlu mengorientasikan ruangan, kondisi pasien yang berubah-ubah setiap saat dan hal-hal penting lainnya agar informasi tentang pasien diterima dengan baik dan kepuasan keluarga pasien dapat tercapai. Hubungan perawat dengan unit lain atau profesi kesehatan lain juga memerlukan komunikasi dan kerjasama yang baik agar pengelolaan pasien kritis bisa optimal serta sasaran keselamatan pasien dapat tercapai.

 

Husna Yulianingsih, S.Kep., Ners
Ners Instalasi Rawat Intensif RS UGM

Tags: Ners Rawat Intensif

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

Kunjungan Universitas Mataram di RS UGM

Studi Banding Universitas Mataram di RS UGM

Kunjungan Rabu, 18 Maret 2015

Jum’at kemarin (13/3), Universitas Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan kunjungan dan konsultasi pengelolaan RS UGM secara langsung yang diwakilkan oleh dr. Lina Nurbaiti, M.

Waspada Influenza A & Deteksi Cepat Influenza A di RSA UGM

Berita Jumat, 2 Oktober 2026

Menurut dr. M. Edwin Widyanto Daniwijaya, Ph.D., Sp.MK, penyakit flu yang ditimbulkan virus Influenza A kurang-lebih sama seperti flu lainnya. Namun, terdapat sedikit perbedaan pada suhu tubuh pasien yang bisa mendadak tinggi alih-alih naik secara […].

Melihat Malnutrisi dari Balik Pintu Ruang Rawat Inap

ArtikelNutrisi Kamis, 1 Oktober 2026

Oleh: Okta Haksaica Sulistyo, S.Gz., Dietisien | Pratiwi Dinia Sari, S.Gz., Dietisien Ketika mendengar kata malnutrisi, apa yang pertama kali terbayang? Mungkin pasien yang sangat kurus, berat badannya rendah, atau tubuh yang tampak lemah.

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Dokter Umum – Klinik Korpagama

Pengumuman Kamis, 1 Oktober 2026

Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja – Dokter Umum Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menyampaikan Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Pegawai dengan Perjanjian Kerja untuk formasi Dokter Umum dengan penempatan di […].

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Waspada Influenza A & Deteksi Cepat Influenza A di RSA UGM
  • Melihat Malnutrisi dari Balik Pintu Ruang Rawat Inap
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Dokter Umum – Klinik Korpagama
  • Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Kehadiran Kita Berarti untuk Sesama
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada