• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • LIBRARY
  • RESEARCH
  • WEBMAIL
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Diklat
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Orthopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Layanan Unggulan
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Artikel
  • Puasa Menurunkan Risiko Penyakit Saraf

Puasa Menurunkan Risiko Penyakit Saraf

  • Artikel
  • 10 July 2015, 08.41
  • Oleh: admin
  • 0
dr. Fajar Maskuri, Sp.S
dr. Fajar Maskuri, Sp.S
Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit UGM

Puasa ternyata memberi banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, termasuk menjaga kesehatan otak dan saraf kita. Selama ini, beberapa penyakit saraf diketahui dapat menyebabkan kecacatan (disabilitas) dan kematian pada orang-orang usia lanjut. Beberapa penelitian membuktikan bahwa puasa dapat membantu menjaga kesehatan otak dan saraf kita.

Orang yang berpuasa akan mengalami adaptasi metabolik di otak yang akan memicu timbulnya biogenesis mitokondria, yaitu suatu proses pembentukan mitokondria baru. Mitokondria juga akan bertambah berat massanya sebagai kompensasi terhadap kebutuhan metabolik yang meningkat. Dengan meningkatnya jumlah mitokondria dan bertambah beratnya massa mitokondria ini akan menghasilkan peningkatan pembentukan energi di dalam sel.

Puasa bermanfaat bagi kesehatan kita, bahkan pada orang-orang yang menderita penyakit saraf pun puasa juga memberikan manfaat bagi pemulihan penyakitnya. Puasa dapat menurunkan senyawa oksidatif di tingkat sel yang diduga dapat memperburuk penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), yaitu suatu penyakit saraf yang menyebabkan kelemahan otot-otot penderitanya.

Puasa juga dapat menurunkan frekuensi kejang pada penderita epilepsi. Selama ini diet tinggi ketogenik diterapkan sebagai terapi pengobatan pada penderita epilepsi. Diet ketogenik merupakan diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Puasa dapat mencegah kejang pada penderita epilepsi melalui mekanisme yang membuat tubuh penderita epilepsi seolah-olah seperti sedang diet ketogenik. Selama berpuasa, glukosa darah menjadi rendah. Kebutuhan energi didapat dari pemecahan lemak menjadi keton, yang dapat melewati sawar darah otak, untuk digunakan menjadi sumber energi alternatif pengganti glukosa. Penggunaan energi yang dominan bersumber dari keton pada penderita berpuasa ini menyerupai diet ketogenik yang menganjurkan diet tinggi keton sebagai terapi penunjang epilepsi.

Penderita Parkinson juga mendapat manfaat dari berpuasa. Penelitian membuktikan bahwa puasa dapat meningkatkan jumlah faktor neurotropik di otak, mengurangi tremor, dan mencegah penurunan dopamin lebih lanjut, yaitu suatu senyawa di otak yang jumlahnya sangat menurun pada penderita Parkinson.

Pada pasien pasca stroke, puasa dapat meringankan gangguan di otak akibat penyumbatan pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi melalui mekanisme bertambah baiknya metabolisme glukosa dan mekanisme penurunan tekanan darah pada orang yang berpuasa. Jumlah sel-sel otak yang mengalami gangguan akan semakin berkurang karena mengalami perbaikan, sehingga kecacatan akibat stroke diharapkan akan semakin membaik serta mencegah risiko stroke berulang.

Puasa dapat meningkatkan kemampuan memori penderita Alzheimer. Penelitian menunjukkan bahwa mitokondria yang rusak pada penderita Alzheimer mengalami perbaikan lebih cepat setelah berpuasa. Mitokondria yang membaik ini menghasilkan energi ATP yang lebih banyak, sehingga metabolisme sel dapat meningkat. Perubahan ini juga diikuti oleh meningkatnya keseimbangan kalsium di tingkat seluler, yang diperlukan untuk transmisi listrik antar-sel. Meningkatnya transmisi listrik antar sel-sel menyebabkan lebih cepatnya kemampuan otak bekerja. Memori yang merupakan proses kompleks di otak pada akhirnya akan bertambah baik. Gejala kepikunan yang dialami penderita diharapkan tidak bertambah berat.

Sebagian besar penderita penyakit di bidang saraf sebagian berasal dari kelompok orang usia lanjut. Bagi lanjut usia yang ingin puasa pada prinsipnya tidak ada larangan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan secara cermat sebelum melaksanakan ibadah puasa. Hal ini dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan fungsi tubuh lansia yang sudah mulai menurun bila dibandingkan dengan orang-orang yang lebih muda usianya.

Saat sahur lansia dianjurkan untuk minum air yang cukup guna memenuhi kebutuhan air selama siang hari saat berpuasa. Buah-buahan atau jus buah juga sebaiknya rutin dikonsumsi di antara waktu berbuka sampai sebelum tidur. Hal ini untuk menjamin tercukupinya kebutuhan vitamin dan tambahan asupan cairan yang hilang saat berpuasa, sehingga risiko dehidrasi dapat dihindari. Tips lain yang lebih penting adalah dengan mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka jika telah tiba waktunya. Hal ini bermanfaat untuk menghindari kekurangan nutrisi dan cairan yang berlebih selama berpuasa.

Lansia yang berpuasa dianjurkan tidak mengkonsumsi teh atau kopi saat sahur, karena dapat merangsang pengeluaran urin yang berlebih saat berpuasa sehingga mengakibatkan kehilangan air dan mineral yang berlebih. Bagi lansia yang ingin mengkonsumsi minuman tersebut disarankan mengkonsumsinya saat berbuka dengan porsi yang lebih sedikit daripada biasanya. Konsumsi makanan berminyak dan berlemak juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kolesterol.

Bagi penderita penyakit saraf yang akan melaksanakan ibadah puasa, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Pada kondisi tertentu dokter akan memberi tambahan suplemen untuk mencegah kekurangan mikronutrien selama berpuasa. Bagi penderita yang harus minum obat teratur di jam-jam tertentu, seperti pada penderita epilepsi berat, mungkin disarankan untuk berpuasa setengah hari dulu sampai saatnya waktu minum obat di siang hari, kecuali jika penyakitnya memungkinkan untuk minum obat hanya di saat sahur dan buka saja. Bagi lansia yang kondisinya agak lemah, kadang-kadang disarankan untuk berpuasa selang-seling sehari untuk menghindari dehidrasi. Cara berpuasa seperti ini dapat menjaga kondisi tubuh tetap fit serta memberi kesempatan tubuh untuk mengembalikan kebugarannya sebelum berpuasa kembali di hari berikutnya.

dr. Fajar Maskuri, Sp.S
Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit UGM

Tags: Saraf

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • RSA UGM Raih Juara 3 di ECG Smart Championship 2025
  • Gizi Seimbang Ibu Menyusui: Investasi untuk Generasi Emas
  • Gizi Seimbang Ibu Menyusui : Investasi Untuk Generasi Emas
  • RS Akademik UGM Luncurkan Layanan Rehabilitasi Medik
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2548 118 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY