• PORTAL AKADEMIK
  • IT CENTER
  • LIBRARY
  • RESEARCH
  • WEBMAIL
  • PUSAT LAYANAN INFORMASI
  • GAWAT DARURAT
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Sejarah Rumah Sakit Akademik UGM
    • Visi, Misi, Tugas, Motto, dan Kebijakan Mutu
    • Logo Rumah Sakit Akademik UGM
    • Clinical Research Unit
    • Pengabdian Masyarakat
    • Manajemen RSA UGM
    • Pasar Krempyeng
  • Diklat
  • Layanan
    • IGD
    • Unit Tranfusi Darah
    • Klinik Eksekutif dan Medical Check Up
      • Klinik Eksekutif
      • Paket Medical Check Up
    • Klinik
      • Klinik Anak
      • Klinik Bedah
      • Klinik Subspesialis Bedah
      • Klinik Gadjah Mada Orthopedi Center
      • Klinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
      • Klinik Gigi dan Mulut
      • Klinik Jantung dan Pembuluh Darah
      • Klinik Kesehatan Jiwa
      • Klinik Mata
      • Klinik Obstetri dan Ginekologi
      • Klinik Paru dan Pernapasan
      • Klinik Penyakit Dalam
      • Klinik Fisik dan Rehabilitasi Medik
      • Klinik Gizi
      • Klinik Saraf
      • Klinik THT-KL
    • Hemodialisa
    • Radiologi
    • Psikologi Anak
    • Antarejo
    • Jatayu Home Care
    • Rawat Inap
    • Health Tourism & Wellness
    • Cerebral Palsy Center
  • Informasi
    • Jadwal Dokter RSA UGM
    • Artikel
      • Artikel Kesehatan
      • Berita
    • Kerja Sama Asuransi
    • Alur Pasien
    • INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
    • DATA INDIKATOR MUTU
    • Media Monitoring
    • Booklet Edukasi
    • Homestay UGM
  • Kontak Kami
    • Zona Integritas
    • SP4N Lapor
    • E-Komplain
    • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Artikel
  • Hari Narkoba Sedunia: Remaja Berkarya, Remaja Menolak Narkoba

Hari Narkoba Sedunia: Remaja Berkarya, Remaja Menolak Narkoba

  • Artikel
  • 23 June 2026, 17.02
  • Oleh: admin
  • 0

Oleh: Tia Ramadhan A.Md.Kep | Editor: dr. Yuliani Herawati, M.Med.Sc., Sp.KJ

Masa remaja adalah tahap perkembangan yang berada diantara masa kecil dan masa dewasa. Pada masa ini, sebagian remaja mengikuti apa yang dilakukan teman-teman sebayanya. Anak-anak muda cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk mencoba-coba atau mengikuti trend yang terjadi saat ini. Di tengah berbagai peluang tersebut, terdapat ancaman yang dapat menghambat bahkan menghancurkan masa depan remaja, yaitu penyalahgunaan narkoba.

Jumlah angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus meningkat. Menurut website resmi Puslitdatin BNN secara realtime, diketahui bahwa pada tahun 2024 terdapat 651 kasus naskotika yang ditangani dari total kasus sebanyak 9.348 kasus yang tercatat dari tahun 2009 hingga 2024 (Badan Narkotika Nasional, 2026).

Edukasi bahaya narkoba menjadi langkah penting untuk membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi
Edukasi bahaya narkoba menjadi langkah penting untuk membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi

Laporan terbaru dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 2,6 juta kematian per tahun disebabkan oleh konsumsi alkohol dan 600.000 kematian disebabkan oleh penggunaan obat-obatan psikoaktif. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 juta kematian akibat alkohol dan 400.000 kematian akibat narkoba. (WHO, 2024).

Jenis narkotika yang ditetapkan oleh Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2020 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, antara lain adalah : Ganja, heroin, kokain, opium, amphetamine, ekstasi, dan sabu-sabu. Sementara alcohol, nikotin dan kafein adalah termasuk dalam golongan bahan adiktif. Bahan adiktif sendiri jika disalahgunakan dapat menyebabkan ketergantungan atau adiksi. (Bahri, 2025).

Apa saja faktor yang memengaruhi penggunaan narkoba di kalangan remaja? (Bahri, 2025)

  1. Faktor Individu
  2. Anggapan apabila narkoba dapat menyelesaikan masalah.
  3. Keinginan coba-coba atau penasaran
  4. Keinginan untuk dapat diterima di komunitas tertentu.
  5. Faktor Lingkungan
  6. Lingkungan keluarga di mana tidak ada kasih sayang, komunikasi, keterbukaan, perhatian, dan saling menghargai di antara anggotanya.
  7. Kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dan keterlantaran
  8. Berkawan dengan komunitas penyalahgunaan narkoba.
  9. Faktor ketersediaan narkoba
  10. Mudah mendapatkan jenis dari narkoba
  11. Cara menggunakan narkoba yang sangat mudah misalnya dihisap, disuntik, ditelan, dan sebagainya.
  12. Bisnis narkoba menjanjikan keuntungan yang besar

Apa saja ciri-ciri yang harus dikenali orang sekitar jika orang terdekat sudah terjerat narkoba? (Bahri, 2025)

Adanya perubahan pada fisik seperti mata merah atau sayu, berat badan turun drastis, sering mengantuk atau sulit tidur. Selain itu juga terlihat adanya perubahan perilaku seperti menarik diri dari keluarga atau menjadi mudah marah dan emosi tidak stabil, dan menarik diri dari lingkungan.

Bagaimana Tindakan selanjutnya apabila sudah terlanjur menggunakan narkoba? (Bahri, 2025)

  1. Libatkan keluarga atau orang terdekat untuk menjadi tempat bercerita atau mengalihkan ke kegiatan yang bermanfaat.
  2. Bertaubat, yaitu menganjurkan mereka untuk kembali mendalami dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya
  3. Mencari bantuan profesional seperti psikiater, psikolog, atau perawat jiwa.

Jangan ragu memanfaatkan Layanan Kesehatan Jiwa

Datang ke profesional untuk mencari bantuan bukanlah suatu kelemahan. Hal itu merupakan langkah tepat dan berani untuk memulai perubahan. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan adanya tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, manfaatkan bantuan dari psikiater, psikolog, atau perawat jiwa agar mendapat penanganan aman, tepat, dan rahasia.

Kedepannya diharapkan remaja dapat menjauhi narkoba bukan karena takut hukum saja melainkan karena adanya pemahaman tentang adanya masa depan yang cerah datang bukan dari narkoba. Selain itu juga agar remaja dapat menginspirasi lingkungan sekitarnya agar dapat hidup sehat, produktif, dan terbebas dari narkoba.

“Remaja Berkarya, Remaja Menolak Narkoba. Berkarya untuk masa depan, bebas narkoba untuk selamanya!”

REFERENSI:

  1. Kemenkes RI. 2025. 5 Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Mental yang Perlu Anda Ketahui. https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-narkoba-bagi-kesehatan-mental / diakses tgl 17 Juni 2026
  2. 2024. Over 3 million annual deaths due to alcohol and drug use, majority among men. https://www.who.int/news/item/25-06-2024-over-3-million-annual-deaths-due-to-alcohol-and-drug-use-majority-among-men/ diakses tgl 17 Juni 2026
  3. Bahri, S. (2025). Upaya PEncegahan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja : Melalui Konsep Pendidikan Islam. Syiah Kuala Banda Aceh: Percetakan Bandar di Lamgugob Banda Aceh.
  4. Badan Narkotika Nasional. (2026). Statistics of NArcotics Case Uncovered. Retrieved Juni 17, 2026, from Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia:

https://puslitdatin.bnn.go.id/portfolio/data-statistik-kasus-narkoba/ diakses tgl 17 Juni 2026

Tags: narkoba remaja rsa ugm say no to drugs stop narkoba

Pencarian

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Informasi Terbaru

  • Hari Narkoba Sedunia: Remaja Berkarya, Remaja Menolak Narkoba
  • Setetes Darah, Sejuta Harapan: Menolong Sesama, Kesehatan Diri Terjaga
  • CRU RSA UGM Perkuat Posisi sebagai Pusat Riset Klinis Unggulan Indonesia
  • RSA UGM Gelar Kampanye dan Penyuluhan dalam Rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Universitas Gadjah Mada

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Jl. Kabupaten (Lingkar Utara), Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55291

rsa@ugm.ac.id

0811 2846 042 (IGD, WhatsApp Chat Only)
0811 2548 118 (IGD, Telepon)
0811 2856 210 (Pusat Layanan Informasi, WhatsApp Chat Only)

Artikel Kesehatan

  • Anak
  • Jantung
  • Diabetes
  • Kesehatan Jiwa
  • Kulit dan Kelamin
  • Lansia
  • Nutrisi

Layanan

  • Health Tourism and Wellness
  • Jatayu Homecare and Telemedicine
  • Unit Tranfusi Darah
  • Antarejo
  • Medical Check-Up
  • Klinik Eksekutif
  • Cathlab
  • CPET
  • Pendidikan dan Pelatihan
ARSPTN logo

© Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY